Bisnis makanan manis dan olahan cokelat berhasil mengantarkan Giovanni Ferrero ke jajaran miliarder global. Pengusaha asal Italia ini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai US$47,3 miliar, menjadikannya orang terkaya kedua di Italia sekaligus menduduki peringkat ke-38 orang terkaya di dunia.
Giovanni merupakan tokoh utama di balik Ferrero Group, konglomerasi yang memproduksi deretan merek kembang gula terkemuka seperti Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, hingga Butterfinger. Salah satu produk andalannya, selai cokelat hazelnut Nutella, dilaporkan mampu mencatatkan angka penjualan tahunan hingga US$19 miliar.
Langkah Ekspansi dan Akuisisi Global
Perjalanan Giovanni memimpin Ferrero Group bermula saat ia mengambil alih posisi CEO tunggal pada 2011 pascawafatnya sang saudara, Pietro Ferrero. Tanggung jawab kepemimpinan meluas pada 2015 ketika sang ayah, Michele Ferrero, meninggal dunia, yang membuat Giovanni memegang kendali penuh sebagai Executive Chairman.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Di bawah arahannya, perusahaan melakukan sejumlah manuver akuisisi strategis. Pada 2015, Ferrero Group membeli produsen cokelat asal Inggris, Thornton, senilai US$170 juta atau sekitar Rp2,6 triliun. Ekspansi berlanjut pada 2018 saat Giovanni memutuskan melepas jabatan CEO untuk fokus sebagai Executive Chairman. Pada tahun tersebut, ia memimpin pembelian unit bisnis permen Nestle, Babyruth, serta merek Butterfinger dengan nilai US$2,8 miliar (sekitar Rp43 triliun).
Di samping aktivitas bisnisnya, ayah dua anak ini juga berkiprah di dunia literatur. Giovanni tercatat sebagai seorang novelis yang telah menerbitkan delapan judul buku.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Fondasi Bisnis Sejak Masa Perang
Kesuksesan Ferrero Group berakar dari usaha skala kecil yang dirintis hampir satu abad lalu. Pada 1923, kakek Giovanni yang juga bernama Pietro Ferrero membuka toko kue di Dogliani, barat laut Italia, setelah menyelesaikan tugas militernya. Setahun kemudian, Pietro menikahi Piera Cillario dan dikaruniai putra bernama Michele Ferrero pada 1925.
Pietro sempat bertolak ke Afrika Timur pada 1938 dengan rencana memasok biskuit bagi tentara Italia yang dikirim oleh Mussolini. Saat Perang Dunia II dimulai, keluarga Ferrero memilih menetap di kawasan perbukitan Alba. Di kota tersebut, Pietro mulai bereksperimen menciptakan alternatif olahan manis berbahan dasar hazelnut untuk menyiasati mahalnya harga cokelat pada masa perang, sebuah terobosan awal yang kemudian melahirkan produk-produk ikonik Ferrero.






