tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Data dan Statistik Pasar Kerja Jawa Tengah per Mei 2026

Wulan WijayaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 15.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Data dan Statistik Pasar Kerja Jawa Tengah per Mei 2026
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Dinamika ketenagakerjaan di Jawa Tengah terus mengalami perubahan yang signifikan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk usia kerja. Berdasarkan data survei terbaru, wilayah ini menghadapi tantangan ganda, yakni peningkatan jumlah lapangan kerja yang berjalan beriringan dengan naiknya angka pengangguran terbuka. Situasi ini memicu perdebatan mengenai efektivitas penyerapan tenaga kerja di sektor formal dibandingkan dengan sektor informal yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Berapa jumlah pengangguran terbuka di Jawa Tengah per Mei 2026 dan bagaimana perkembangannya?

Jumlah pengangguran terbuka di Jawa Tengah per Mei 2026 tercatat mencapai 960 ribu orang. Jika kita membandingkannya dengan kondisi pada Februari 2026, angka ini memperlihatkan adanya kenaikan jumlah pengangguran sebanyak 15.530 orang. Kenaikan ini terjadi di tengah pertumbuhan penduduk usia kerja di Jawa Tengah yang berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026 telah menyentuh angka 30,3 juta orang. Angka penduduk usia kerja tersebut bertambah sebanyak 87.620 orang bila dibandingkan dengan data pada Februari 2026.

Bagaimana komposisi angkatan kerja jika dibandingkan dengan jumlah penduduk yang bekerja?

Dari total populasi usia kerja yang mencapai 30,3 juta orang tersebut, jumlah penduduk yang masuk dalam kategori angkatan kerja aktif adalah sebanyak 22,36 juta orang. Komposisi angkatan kerja di Jawa Tengah per Mei 2026 ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu 21,4 juta orang yang berstatus bekerja dan 0,96 juta orang yang berstatus menganggur. Secara keseluruhan, jumlah angkatan kerja di provinsi ini bertambah sebanyak 31.900 orang jika disandingkan dengan data Februari 2026. Menariknya, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan sebanyak 16.360 orang dibandingkan periode Februari 2026, meskipun angka pengangguran tetap merangkak naik.

Baca Juga

Mengenal Potensi Wisata Bahari Biak Numfor Melalui Edukasi Karakter Pelajar

Mengenal Potensi Wisata Bahari Biak Numfor Melalui Edukasi Karakter Pelajar

Sektor apa saja yang memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja paling tinggi di Jawa Tengah?

Penyerapan tenaga kerja di provinsi ini masih sangat bertumpu pada sektor-sektor tradisional dan produksi fisik. Sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi mencapai 27,42 persen. Sektor kedua yang paling banyak menyerap tenaga kerja adalah industri pengolahan dengan porsi sebesar 20,77 persen. Selanjutnya, sektor perdagangan besar dan eceran menempati posisi ketiga dengan tingkat penyerapan sebesar 16,63 persen. Ketiga sektor dominan ini menggambarkan arah mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat di Jawa Tengah.

Bagaimana kontras antara pekerja di sektor formal dan informal di Jawa Tengah?

Terdapat perbedaan yang sangat mencolok dalam peta ketenagakerjaan di Jawa Tengah, di mana sektor informal jauh lebih mendominasi dibandingkan sektor formal. Sekitar 61 persen dari total penduduk yang bekerja di provinsi ini terserap dalam kegiatan sektor informal. Sebaliknya, porsi penduduk yang bekerja di sektor formal hanya berkisar di angka 39 persen. Meskipun demikian, sektor formal menunjukkan sedikit perbaikan dengan adanya peningkatan jumlah pekerja sebanyak 5.960 orang selama periode Februari hingga Mei 2026. Dari sisi status pekerjaan, sebanyak 35,80 persen penduduk yang bekerja berstatus sebagai buruh atau karyawan, sementara hanya 3,20 persen yang berstatus sebagai pengusaha yang dibantu oleh buruh tetap dan dibayar.

Baca Juga

Bos Tambang Akui Setor Rp1 Miliar ke Mantan Ketua Ombudsman untuk Pangkas Kewajiban PNBP

Bos Tambang Akui Setor Rp1 Miliar ke Mantan Ketua Ombudsman untuk Pangkas Kewajiban PNBP

Bagaimana profil latar belakang pendidikan dari penduduk yang bekerja di Jawa Tengah?

Kesenjangan tingkat pendidikan di kalangan pekerja Jawa Tengah juga terlihat sangat kontras. Sebagian besar dari penduduk yang bekerja merupakan lulusan sekolah dasar (SD) ke bawah, yaitu mencapai 41,26 persen atau setara dengan 8,83 juta orang. Di sisi lain, pekerja yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi hanya menyusun porsi kecil, yakni sekitar 10,38 persen dari total penduduk bekerja. Secara lebih terperinci, pekerja lulusan Diploma IV, S-1, S-2, dan S-3 tercatat sebesar 8,11 persen, sedangkan lulusan Diploma I, II, dan III hanya menyumbang sebesar 2,27 persen dari keseluruhan populasi yang bekerja.

Meskipun data dari Sakernas Mei 2026 ini memberikan gambaran rinci mengenai struktur ketenagakerjaan di Jawa Tengah, terdapat keterbatasan informasi mengenai faktor eksternal yang memicu pergeseran angka pengangguran tersebut. Ketidakpastian ekonomi global serta dinamika pasar kerja lokal membuat tren peningkatan pengangguran di masa mendatang masih sulit diprediksi secara pasti. Evaluasi berkala terhadap pergeseran dari sektor informal ke formal serta peningkatan kualitas pendidikan pekerja tetap menjadi faktor krusial yang perlu diperhatikan.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Jawa TengahKetenagakerjaanPengangguranSektor Informalangkatan kerja

Berita Terbaru Lainnya

Mengenal Potensi Wisata Bahari Biak Numfor Melalui Edukasi Karakter PelajarBos Tambang Akui Setor Rp1 Miliar ke Mantan Ketua Ombudsman untuk Pangkas Kewajiban PNBPSaham Bank BUMN Ramai Dikoleksi Asing di Tengah Stagnasi IHSG Sesi I5 Fakta Promo Liburan Tengah Tahun Bank Mega 2026Upaya Yayasan Astra Memperkuat Rantai Pasok Otomotif dan Kompetensi Vokasi Melalui UMKMLimpahan Rezeki El Nino bagi Petani Garam Tradisional CirebonPenyebab Ular Kobra Menelan Pisau Dapur di Karanganyar Menurut Pakar Biologi UGMPutusan Mahkamah Konstitusi Soal Pilkada Langsung dan Tanggapan Ketua Umum PPP

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap