tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Data Ketenagakerjaan BPS Mei 2026, Angka Pengangguran Turun Menjadi 7,22 Juta Orang

Andi SompaDiterbitkan 6 Agu 2026 - 08.35 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Data Ketenagakerjaan BPS Mei 2026, Angka Pengangguran Turun Menjadi 7,22 Juta Orang
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data ketenagakerjaan terbaru yang menunjukkan perkembangan positif pada lanskap ketenagakerjaan di Indonesia. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat berada di level 4,65 persen, mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2026. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa angka pengangguran pada Mei 2026 ini merupakan level terendah yang berhasil dicapai Indonesia sejak tahun 1994. Sebagai catatan sejarah, pada bulan Agustus 1994, tingkat pengangguran nasional berdasarkan data Sakernas berada di angka 4,36 persen.

Secara kuantitas, jumlah penduduk yang menganggur di Indonesia per Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang. Jumlah ini memperlihatkan adanya penurunan sebanyak 24 ribu orang dibandingkan dengan kondisi pada Februari 2026. Penurunan angka pengangguran ini terjadi di tengah pertumbuhan penduduk usia kerja yang terus bertambah. Per Mei 2026, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia telah mencapai 220,23 juta orang, meningkat sebanyak 689 ribu orang dibandingkan dengan posisi Februari 2026.

Dari keseluruhan penduduk usia kerja tersebut, BPS membaginya menjadi beberapa kategori. Kelompok angkatan kerja tercatat mencapai 155,41 juta orang, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 497 ribu orang. Sementara itu, kelompok bukan angkatan kerja berjumlah 64,82 juta orang, mengalami kenaikan sebanyak 191 ribu orang. Dari total angkatan kerja yang ada di Indonesia saat ini, sebanyak 148,19 juta orang di antaranya berstatus telah bekerja, sedangkan sisanya masuk ke dalam kategori pengangguran terbuka.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Jika melihat data berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan tingkat pengangguran yang cukup jelas antara pria dan wanita. Pada Mei 2026, TPT untuk laki-laki tercatat sebesar 4,85 persen, angka yang masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan TPT perempuan yang berada di posisi 4,32 persen. Meskipun demikian, kedua kelompok gender ini sama-sama menunjukkan perbaikan. TPT laki-laki tercatat mengalami penurunan sebesar 0,03 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,04 persen poin jika dibandingkan dengan posisi pada Februari 2026.

Meskipun secara umum angka pengangguran mengalami penurunan, BPS mengungkapkan fakta bahwa mayoritas dari 7,22 juta orang penganggur di Indonesia didominasi oleh kelompok usia muda. TPT untuk kelompok penduduk usia muda, yaitu rentang umur 15 hingga 24 tahun, tergolong sangat tinggi karena mencapai 17,37 persen dari total populasi kelompok tersebut. Angka ini sangat kontras dengan kelompok penduduk usia tua yang berumur 60 tahun ke atas, yang mencatatkan TPT terendah secara nasional dengan angka hanya sebesar 2,35 persen dari total populasi kelompoknya.

Dinamika ketenagakerjaan ini juga memperlihatkan tren yang bervariasi antar-kelompok umur ketika dibandingkan dengan posisi Februari 2026. Tercatat hanya kelompok umur 25 hingga 59 tahun yang berhasil mengalami penurunan TPT, yaitu merosot sebesar 0,37 persen poin. Sebaliknya, kelompok umur lainnya di luar rentang tersebut justru mengalami kenaikan persentase pengangguran. Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan tersendiri bagi kelompok usia muda yang baru memasuki pasar kerja untuk dapat terserap oleh sektor-sektor industri formal yang ada.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Berdasarkan metodologi BPS, kategori pengangguran didefinisikan secara spesifik sebagai penduduk berusia 15 tahun ke atas yang tidak bekerja tetapi sedang aktif mencari pekerjaan, sedang mempersiapkan suatu usaha baru, sudah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja, sedang bersiap untuk memulai usaha baru namun belum berjalan, atau mereka yang merasa tidak mungkin lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Pemahaman mengenai definisi ini penting untuk melihat potensi pasar kerja secara objektif di Indonesia.

Bagi para pencari kerja, khususnya angkatan kerja muda yang mendominasi angka pengangguran nasional, situasi ini menuntut kejelian dalam melihat peluang di luar jalur pekerjaan konvensional. Sektor ekonomi digital, seperti menjadi pekerja lepas atau freelance, menawarkan alternatif bagi mereka yang sedang mempersiapkan usaha baru atau sedang mencari pekerjaan. Data statistik ini menjadi pengingat bahwa meskipun peluang kerja formal mengalami fluktuasi, inisiatif mandiri untuk membangun usaha atau menawarkan keahlian secara mandiri tetap menjadi opsi yang krusial untuk menekan angka pengangguran ke depannya.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

KetenagakerjaanBPSEkonomiPengangguranPasar Kerja

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap