Bank DBS Indonesia memanfaatkan kekuatan konektivitas regional melalui jaringan operasionalnya di 19 negara untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional. Strategi ini difokuskan untuk menjembatani arus investasi lintas negara dan memperkuat rantai pasok industri di tengah pergeseran menuju kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Executive Director, Head of Large Corporates & ESG Lead Institutional Banking Group Bank DBS Indonesia, Ello Hanson, memaparkan strategi tersebut dalam sesi diskusi bertajuk Building a Resilient Automotive Ecosystem Beyond EV Amid Global Supply Chain Shift yang diselenggarakan bersama CNBC Indonesia. Menurutnya, pembiayaan dan kemitraan industri harus mencakup seluruh mata rantai nilai dari hulu ke hilir, mulai dari pertambangan mineral dan fasilitas smelter hingga manufaktur komponen serta perakitan akhir kendaraan.
Dalam lanskap industri saat ini, kendaraan berbasis mesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE) diperkirakan masih akan hidup berdampingan dengan kendaraan listrik dalam jangka waktu yang relatif panjang. Menanggapi dinamika masa transisi tersebut, DBS memosisikan jaringannya untuk menggarap peluang bisnis dari dua arah.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Peluang Investasi Inbound dan Ekspansi Ekspor
Peluang pertama difokuskan pada arus bisnis masuk (inbound), di mana DBS memfasilitasi perusahaan-perusahaan asal China, Taiwan, serta pelaku industri rantai pasok EV dan pertambangan yang ingin berekspansi ke Indonesia untuk menemukan mitra lokal yang tepat.
Peluang kedua menyasar arus bisnis keluar (outbound). DBS mendampingi para produsen kendaraan dan pabrikan komponen asal Indonesia yang tengah merencanakan perluasan pasar ekspor ke mancanegara.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Konektivitas lintas negara ini ditopang oleh keberadaan DBS di enam pasar inti (core markets) kawasan Asia, yakni Singapura, Hong Kong, Taiwan, China, India, dan Indonesia. Posisi perbankan regional tersebut ditujukan untuk mempermudah koordinasi finansial dan operasional antarperusahaan di berbagai yurisdiksi.






