Bagi para pengguna KRL Commuter Line atau "anker" yang terbiasa beraktivitas di kawasan Sudirman, hari ini menjadi kesempatan terakhir mengakses layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Karet. KAI Daop 1 Jakarta bersama KAI Commuter resmi menutup operasional Stasiun Karet dan mengalihkan seluruh layanannya ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City mulai 1 September 2026.
Pengalihan ini menandai dimulainya proses integrasi antara Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Seluruh operasional pelayanan pengguna yang sebelumnya berpusat di Stasiun Karet akan sepenuhnya dilayani melalui bangunan dan fasilitas Stasiun Sudirman Baru/BNI City.
Akses Selasar dan Fasilitas Pengguna
Bagi masyarakat yang biasanya memanfaatkan akses masuk Stasiun Karet, mobilitas menuju stasiun pengganti tetap difasilitasi melalui jalur pejalan kaki khusus. Penumpang dapat melintasi selasar di samping area Stasiun Karet untuk menuju ke Stasiun BNI City.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Infrastruktur pendukung bagi pengguna dari arah pintu Karet telah disiapkan di sisi barat Stasiun BNI City. Area tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti hall stasiun, loket, dan gerbang elektronik (electronic gate) yang terintegrasi langsung dengan jalur akses masuk.
Jadwal Perjalanan dan Layanan Kereta
Meskipun titik naik dan turun penumpang berpindah, frekuensi operasional KRL dipastikan tidak mengalami pengurangan. Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju koridor Kampung Bandan/Cikarang yang melintas di jalur Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Seluruh perjalanan Commuter Line Cikarang tersebut tetap beroperasi normal, hanya titik pemberhentian penumpang yang kini beralih ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, layanan perjalanan Commuter Line Basoetta (kereta bandara) di Stasiun BNI City tetap berlangsung seperti biasa tanpa perubahan skema naik dan turun penumpang selama proses integrasi berlangsung.
Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi menjelaskan bahwa langkah integrasi ini ditujukan untuk meningkatkan mutu layanan KRL Jabodetabek secara menyeluruh. Penataan ini mencakup pengaturan alur penumpang yang lebih teratur, penguatan keselamatan operasional perkeretaapian, serta penyempurnaan akses di kawasan stasiun demi menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman.






