Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031, Destry Damayanti, mengakui bahwa perekonomian global saat ini masih berada dalam fase higher for longer. Kondisi tersebut ditandai oleh tingkat suku bunga, laju inflasi, serta imbal hasil obligasi (bond yield) di berbagai negara maju yang bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama dari perkiraan semula.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Destry seusai dirinya diambil sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia di Mahkamah Agung, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Destry menyampaikan pandangannya saat merespons isu terkait tren kenaikan imbal hasil obligasi global yang sedang berlangsung di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Jepang.
Tekanan bagi Negara Berkembang
Destry menilai bahwa dinamika higher for longer di tingkat global berpotensi memberikan tekanan rambatan terhadap stabilitas ekonomi di kelompok negara berkembang (emerging markets), tidak terkecuali Indonesia. Pergerakan imbal hasil surat utang dan suku bunga di negara-negara maju memicu tantangan tersendiri bagi pengelolaan pasar keuangan domestik.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Melihat kompleksitas tersebut, faktor-faktor global dipastikan akan menjadi latar belakang utama dan pertimbangan penting bagi Bank Indonesia dalam merumuskan arah kebijakan domestik. Otoritas moneter memandang perkembangan ekonomi luar negeri memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan variabel ekonomi di dalam negeri.
Menjaga Stabilitas Ekonomi Domestik
Di tengah tingginya ketidakpastian global yang masih berlangsung, Destry menegaskan bahwa menjaga stabilitas ekonomi tetap menjadi fokus utama Bank Indonesia dalam waktu dekat. Prioritas ini diarahkan untuk membentengi perekonomian nasional dari volatilitas eksternal yang terus membayangi.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Dalam kerangka tersebut, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mempertahankan stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga ketahanan sistem keuangan. Langkah-langkah stabilitas ini diposisikan sebagai fondasi penting untuk mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan ke depan.






