Proses pemilihan Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif kini memasuki babak baru setelah adanya langkah resmi dari pihak pemerintah. Presiden Prabowo Subianto telah secara resmi mengirimkan surat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengenai calon Gubernur Bank Indonesia. Pengumuman terkait surat presiden tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada para wartawan. Pertemuan dengan awak media tersebut berlangsung di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo Hadi memberikan konfirmasi bahwa nama yang diusulkan oleh Presiden adalah nama tunggal, yaitu Destry Damayanti.
Saat ini, Destry Damayanti sendiri sedang mengemban tugas penting di bank sentral Indonesia. Ia menjabat sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, yang bertugas mengisi kekosongan setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Keputusan pengajuan nama ini menjadi langkah penting untuk menentukan arah kepemimpinan definitif Bank Indonesia ke depan. Selain mengusulkan nama calon Gubernur Bank Indonesia yang baru, surat yang dikirimkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada DPR tersebut juga mencantumkan nama calon untuk posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Pengusulan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur definitif Bank Indonesia ini mendapatkan tanggapan langsung dari pihak pemerintah, salah satunya dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Menko Perekonomian Airlangga Hartanto turut buka suara memberikan komentarnya mengenai keputusan penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal tersebut. Menurut penilaian Airlangga Hartanto, Destry Damayanti merupakan sosok kandidat yang paling cocok untuk mengemban tanggung jawab sebagai Gubernur definitif Bank Indonesia yang baru.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Airlangga Hartanto kemudian memaparkan alasan mengapa Destry Damayanti dinilai sebagai calon yang paling cocok untuk memimpin Bank Indonesia. Airlangga menyatakan bahwa kelayakan tersebut didasarkan pada pengalaman Destry yang sudah cukup lama berkiprah di bank sentral. Destry tercatat telah menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia selama lebih dari satu periode. Selain faktor masa jabatan yang panjang tersebut, Airlangga Hartanto juga menambahkan bahwa selama ini Destry Damayanti memiliki rekam jejak yang baik dalam menjaga komunikasi di dalam lingkungan internal Bank Indonesia.
Meski dinilai sangat cocok dan memiliki rekam jejak yang mumpuni, proses pemilihan ini masih harus melewati tahapan resmi di lembaga legislatif. Airlangga Hartanto menyatakan bahwa dirinya tetap menunggu hasil dari proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang nantinya akan dilaksanakan oleh DPR. Airlangga menyampaikan harapannya agar satu nama calon tunggal yang diusulkan oleh Presiden tersebut dapat terpilih secara resmi melalui mekanisme yang berjalan di DPR.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sementara itu, kelanjutan proses untuk posisi kepemimpinan lainnya di Bank Indonesia juga masih berjalan. Airlangga menjelaskan bahwa pembahasan serta nominasi untuk posisi Dewan Gubernur Senior dan Dewan Gubernur lainnya saat ini masih menunggu pelaksanaan fit and proper test oleh DPR. Dengan demikian, seluruh proses pengisian jabatan kepemimpinan di Bank Indonesia, baik untuk posisi Gubernur definitif maupun jajaran Dewan Gubernur, kini bergantung pada hasil uji kelayakan yang akan diselenggarakan oleh para anggota legislatif di parlemen.






