Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kepulauan Riau pada Rabu, 5 Agustus 2026. Rombongan yang dipimpin langsung oleh Komisaris Utama Sabar Yudo Suroso ini bertujuan untuk memantau kesiapan operasional perusahaan secara langsung di lapangan. Selain memantau operasional, kunjungan ini juga difokuskan pada pengamanan berbagai objek vital nasional serta peninjauan terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sekitar. Langkah pengawasan ini sangat penting untuk memastikan keandalan distribusi energi di wilayah strategis tersebut.
Berikut adalah rincian informasi penting dan jawaban atas berbagai pertanyaan mengenai kunjungan kerja Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga di Kepulauan Riau.
Apa tujuan utama dari kunjungan kerja Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga ke Kepulauan Riau?
Kunjungan kerja yang dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kesiapan operasional perusahaan di wilayah Kepulauan Riau. Selain itu, agenda utama lainnya adalah memastikan pengamanan objek vital nasional yang dikelola oleh perusahaan berjalan dengan baik, serta meninjau pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat sekitar. Rombongan ini dipimpin oleh Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga, Sabar Yudo Suroso, dengan didampingi oleh para anggota dewan komisaris lainnya, yaitu Komisaris Bambang Suswantono, Komisaris Wanti Waranei F. Mamahit, serta Komisaris Independen Siti Zahra Aghnia. Direktur Kepatuhan dan Kelembagaan Pertamina Patra Niaga, Kadek Ambara Jaya, juga turut mendampingi seluruh rangkaian kunjungan kerja delegasi tersebut.
Lokasi mana saja yang menjadi fokus peninjauan dalam rangkaian kunjungan kerja ini?
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Rangkaian kunjungan kerja dari Dewan Komisaris Pertamina Patra Niaga ini mencakup beberapa lokasi strategis di Kepulauan Riau. Lokasi pertama yang ditinjau adalah Integrated Terminal Tanjung Uban yang menjadi pusat distribusi energi penting. Selanjutnya, rombongan mengunjungi Satuan Pendidikan 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban untuk berkoordinasi mengenai keamanan wilayah. Titik terakhir dalam rangkaian kunjungan ini adalah peninjauan program pemberdayaan masyarakat melalui Community Involvement and Development Kampung Bahari Si Pelaut yang berada di Batam.
Mengapa Integrated Terminal Tanjung Uban memiliki peran yang sangat penting dalam distribusi energi nasional?
Integrated Terminal Tanjung Uban memiliki peran yang sangat vital karena telah melayani distribusi energi selama hampir 100 tahun. Berdiri di atas lahan seluas 247 hektare, terminal ini dilengkapi dengan fasilitas penyimpanan berkapasitas sangat besar, yakni mencapai 401.000 kiloliter untuk bahan bakar minyak dan 93.500 metrik ton untuk LPG. Dari fasilitas ini, bahan bakar minyak disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi di sepanjang wilayah pesisir timur Sumatra, khususnya wilayah Sumatra bagian utara, sebagian wilayah Sumatra bagian selatan, hingga menjangkau wilayah Kalimantan Barat.
Bagaimana tingkat aktivitas dan mobilitas kapal di Integrated Terminal Tanjung Uban?
Aktivitas distribusi energi di Integrated Terminal Tanjung Uban tergolong sangat padat. Berdasarkan data operasional sepanjang tahun 2025, terminal ini telah melayani sekitar 2.900 pergerakan kapal yang keluar masuk pelabuhan. Jika dirata-rata, terdapat lebih dari 200 kapal setiap bulannya yang dilayani di fasilitas ini untuk keperluan distribusi energi nasional. Tingginya angka pergerakan kapal ini menunjukkan betapa krusialnya kesiapan operasional terminal tersebut dalam menjaga stabilitas pasokan energi.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Apa hasil koordinasi yang dilakukan dengan pihak TNI Angkatan Laut di Tanjung Uban?
Saat mengunjungi Satuan Pendidikan 1 TNI Angkatan Laut Tanjung Uban, rombongan dewan komisaris dan direksi mengadakan diskusi dengan jajaran TNI Angkatan Laut. Diskusi ini berfokus pada upaya sinergi dalam rangka pengamanan objek vital nasional yang dikelola perusahaan di wilayah tersebut. Selain pengamanan fisik, koordinasi ini juga bertujuan untuk memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran proses distribusi energi di wilayah Kepulauan Riau agar terhindar dari potensi hambatan keamanan.
Bagaimana bentuk program pemberdayaan masyarakat yang ditinjau oleh Dewan Komisaris di Batam?
Dewan Komisaris juga menaruh perhatian pada aspek sosial dengan meninjau program Community Involvement and Development bernama Kampung Bahari Si Pelaut di Batam. Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan inisiatif yang dibina langsung oleh Aviation Fuel Terminal Hang Nadim. Melalui peninjauan langsung ini, dewan komisaris dapat mengevaluasi efektivitas pelaksanaan program dalam memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.






