Dua pasien korban dugaan keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kini telah tiba di Jakarta dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM).
Kedua korban tersebut adalah Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba. Pihak manajemen RSCM mengonfirmasi bahwa kedua pasien telah diterima serta ditangani langsung oleh tim medis rumah sakit rujukan nasional tersebut.
Humas RSCM Jakarta, Sylvia, menyampaikan bahwa tindakan medis telah diberikan kepada pasien setibanya di lokasi. Kendati demikian, rincian perkembangan medis kedua pasien belum dapat dipublikasikan demi menjaga hak privasi dan kerahasiaan pasien.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Alasan Pemindahan Pasien ke RSCM Jakarta
Keputusan membawa kedua korban ke Jakarta dilakukan atas arahan langsung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka agar kondisi kesehatan mereka dapat dipantau secara langsung.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan bahwa tim medis di Medan pada dasarnya memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menangani korban. Namun, pemindahan diputuskan karena kondisi medis serta tingkat trauma kedua anak tersebut dinilai memerlukan pemantauan khusus.
Menurut Bobby, indikasi medis dan dampak psikologis yang dialami Agnesia dan Febiona tercatat lebih tinggi dibandingkan rekan-rekan mereka yang lain.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Imbauan Terkait Pemulihan Mental dan Tekanan Siber
Selain penanganan kesehatan fisik, Bobby Nasution menggarisbawahi pentingnya pemulihan kesehatan psikologis dan mental bagi kedua korban. Ia meminta publik serta media untuk tidak mengekspos kasus ini secara berlebihan agar proses penyembuhan tidak terhambat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tekanan mental anak-anak tersebut sempat terganggu akibat perundungan siber (cyberbullying) di dunia maya yang menuduh mereka mencari perhatian. Untuk mendukung stabilitas psikologis selama masa perawatan di RSCM, para korban untuk sementara waktu diminta menonaktifkan dan tidak mengakses media sosial.






