Dua petugas layanan valet di sebuah restoran di Kota Semarang dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian perhiasan emas bernilai ratusan juta rupiah dari dalam mobil milik pelanggan. Laporan tersebut kini tengah ditangani oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Semarang.
Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, mengonfirmasi bahwa kepolisian telah menerima laporan resmi dari korban dan telah memulai rangkaian penyelidikan.
"Iya benar ada laporannya, saksi-saksi sudah diriksa (diperiksa). Selanjutnya sedang dilakukan lidik pelakunya," ujar Andika saat memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Peristiwa hilangnya perhiasan tersebut dialami oleh seorang warga Semarang bernama Salsabila (31). Berdasarkan penuturannya, insiden berlangsung pada 12 Juli 2026 saat ia mengunjungi sebuah restoran di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kota Semarang, dan memanfaatkan fasilitas parkir valet.
Sebelum mendatangi restoran tersebut, Salsabila baru saja melakukan transaksi jual-beli dan penukaran perhiasan di salah satu toko emas. Oleh karena itu, ia membawa satu kotak perhiasan lengkap beserta dokumen bukti kepemilikannya. Setelah sempat singgah di kediaman mertuanya, kotak berisi perhiasan emas itu disimpan di dalam laci bagian depan mobil.
Kecurigaan baru muncul sesampainya Salsabila di rumah. Saat memeriksa tempat penyimpanan, kotak perhiasan tersebut didapati sudah dalam kondisi kosong. Ketika melakukan pengecekan kembali ke dalam kendaraan, korban menemukan sebelah anting terjatuh di atas kursi mobilnya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Merasa ada kejanggalan, korban berkoordinasi dengan pihak pengelola tempat makan dan penyedia jasa valet. Dalam pemeriksaan internal yang dilakukan pihak manajemen, ditemukan uang tunai berkisar antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta di dalam dompet salah seorang staf valet yang sempat izin membeli rokok. Kendati demikian, petugas valet yang bersangkutan membantah bahwa uang tersebut berkaitan dengan raibnya perhiasan korban.
Salsabila kemudian bertemu dengan pihak manajemen valet pada 13 Juli 2026 untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Pada hari yang sama, ia secara resmi membuat laporan polisi ke Polrestabes Semarang terhadap dua petugas valet yang bertugas menangani kendaraannya.






