tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Ekonomi Digital

Digitalisasi Rantai Pasok Terminal LPG Tanjung Sekong Optimalkan Distribusi Energi Nasional

Fitri LimbongDiterbitkan 1 Agu 2026 - 08.37 路 2 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Digitalisasi Rantai Pasok Terminal LPG Tanjung Sekong Optimalkan Distribusi Energi Nasional
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Ketersediaan pasokan energi yang stabil merupakan fondasi krusial dalam menjaga pergerakan ekonomi nasional, mulai dari skala rumah tangga, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hingga sektor industri berskala besar. Di Indonesia, salah satu infrastruktur strategis yang menjadi tulang punggung rantai pasok energi ini adalah Terminal LPG Tanjung Sekong yang berlokasi di Cilegon, Banten. Memegang status sebagai Objek Vital Nasional, terminal ini mengemban tanggung jawab besar dengan memasok sekitar 35 hingga 40 persen dari total kebutuhan LPG nasional. Guna memastikan pasokan energi tetap tersedia tanpa hambatan bagi masyarakat luas, fasilitas logistik ini beroperasi secara penuh selama 24 jam setiap harinya.

Skala operasi Terminal LPG Tanjung Sekong menjangkau wilayah distribusi yang sangat luas, melayani kebutuhan energi di 63 kabupaten dan kota yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Selatan. Untuk mendukung kelancaran distribusi logistik yang masif tersebut, fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas 12,9 hektare dan dilengkapi dengan kapasitas penyimpanan yang mencapai 98.000 metrik ton (MT). Aktivitas bongkar muat di terminal ini ditopang oleh tiga dermaga yang memiliki kapasitas sandar kapal mulai dari 3.500 hingga 65.000 Deadweight Tonnage (DWT). Dengan infrastruktur tersebut, terminal ini mencatatkan volume penyaluran atau throughput bulanan yang menembus angka lebih dari 200.000 metrik ton, menjadikannya salah satu pusat distribusi LPG terbesar di Indonesia.

Perjalanan operasional Terminal LPG Tanjung Sekong telah melalui berbagai tahap pengembangan infrastruktur. Fasilitas ini pertama kali mulai beroperasi pada tahun 2012 silam. Seiring dengan peningkatan kebutuhan energi dan perkembangan teknologi, infrastruktur ini kemudian ditingkatkan statusnya menjadi Terminal LPG Refrigerated pada tahun 2020. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, meninjau fasilitas ini secara langsung melalui kegiatan Management Walkthrough pada tanggal 29 Juli 2026. Dalam kunjungannya, beliau meninjau aspek operasional terminal, mulai dari proses penerimaan dan penyimpanan LPG, sistem distribusi, hingga penerapan aspek kesehatan dan keselamatan kerja. Beliau menekankan bahwa keandalan pasokan harus terus dijaga agar seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha dapat beraktivitas tanpa hambatan.

Baca Juga

Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 16 September 2026

Daftar Resmi Harga BBM di Seluruh SPBU RI, Berlaku 16 September 2026

Sejalan dengan tren ekonomi digital dan modernisasi industri, efisiensi operasional di sektor logistik energi tidak lagi hanya bergantung pada kapasitas infrastruktur fisik, melainkan juga pada integrasi teknologi. PT Pertamina (Persero) secara aktif terus mendorong peningkatan efisiensi di Terminal LPG Tanjung Sekong melalui inisiatif digitalisasi rantai pasok. Upaya digitalisasi ini mencakup penerapan sistem pemantauan stok secara real-time serta optimalisasi waktu sandar kapal atau berthing time. Melalui pemanfaatan data digital yang akurat dan terintegrasi, proses distribusi LPG ke berbagai wilayah dapat berlangsung lebih cepat dan efisien, sekaligus meminimalkan potensi gangguan dalam rantai pasok energi nasional.

Keberhasilan operasional fasilitas strategis ini juga sangat bergantung pada kedisiplinan dan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyatakan bahwa Terminal LPG Tanjung Sekong merupakan salah satu tulang punggung distribusi LPG nasional. Beliau menegaskan bahwa keunggulan operasional terminal ini tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan infrastruktur fisik, tetapi juga oleh disiplin operasional, penerapan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), serta kesiapan seluruh pekerja dalam menjaga setiap tahapan distribusi LPG. Sinergi antara teknologi digital dan kesiapan operasional inilah yang memastikan pasokan energi untuk masyarakat dapat terus terjaga secara konsisten.

Baca Juga

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dengan Portofolio LNG

Pertamina Perkuat Ketahanan Energi dengan Portofolio LNG

Selain fokus pada digitalisasi dan efisiensi rantai pasok, Terminal LPG Tanjung Sekong juga tengah melangkah menuju praktik operasional yang lebih ramah lingkungan. Saat ini, pengelola terminal terus mengembangkan berbagai inisiatif dekarbonisasi sebagai bagian dari transformasi menuju operasi bisnis yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya strategis yang sedang dijajaki adalah pemanfaatan energi rendah emisi untuk mendukung kegiatan operasional sehari-hari di area terminal. Langkah penjajakan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan logistik dan energi nasional dengan upaya pelestarian lingkungan dalam jangka panjang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

LogistikPertaminaInfrastruktur EnergiTerminal LPG Tanjung SekongDigitalisasi Rantai Pasok

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap