Aktivitas investor asing di pasar saham Indonesia selalu menjadi perhatian penting bagi para pelaku pasar dan analis keuangan. Pada periode perdagangan yang berlangsung dari tanggal 10 hingga 14 Agustus 2026, pergerakan dana investor asing menunjukkan dinamika yang menarik untuk dicermati. Selama kurun waktu sepekan tersebut, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai transaksi penting yang melibatkan modal asing, yang mencerminkan bagaimana pandangan pelaku pasar global terhadap kondisi ekonomi domestik saat itu. Secara umum, aliran dana dari luar negeri ini bergerak secara fluktuatif di berbagai sektor saham yang tersedia di bursa.
Salah satu catatan penting dari aktivitas perdagangan pada periode 10-14 Agustus 2026 adalah adanya aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing. Di seluruh pasar reguler, investor asing secara akumulatif mencatatkan nilai penjualan bersih mencapai Rp1,58 triliun. Meskipun mencatatkan net sell di pasar reguler, aktivitas transaksi yang dilakukan oleh investor asing sebenarnya tetap sangat aktif dan memiliki porsi yang signifikan. Hal ini terlihat dari total nilai beli asing selama sepekan yang tercatat mencapai angka Rp21,58 triliun. Angka pembelian yang besar ini menunjukkan bahwa minat asing untuk masuk ke pasar saham domestik tetap tinggi, meskipun secara keseluruhan hasil akhirnya menunjukkan posisi jual bersih di pasar reguler.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai likuiditas dan volume perdagangan pada pekan tersebut, total nilai transaksi pasar secara keseluruhan tercatat mencapai Rp44,75 triliun. Nilai transaksi yang mencapai puluhan triliun rupiah ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia pada periode 10 hingga 14 Agustus 2026 berada dalam kondisi yang cukup likuid dan aktif diperdagangkan oleh berbagai pihak, baik investor domestik maupun investor asing. Dengan total transaksi pasar sebesar Rp44,75 triliun tersebut, porsi transaksi dari nilai beli asing yang sebesar Rp21,58 triliun membuktikan bahwa partisipasi investor global masih menjadi salah satu motor penggerak utama dalam aktivitas perdagangan saham di Indonesia.
Di tengah maraknya aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar reguler, terdapat beberapa saham tertentu yang justru menjadi sasaran beli atau dikoleksi secara masif oleh para investor global tersebut. Salah satu saham yang paling menonjol dan menarik perhatian dalam periode ini adalah saham dari sektor konglomerasi. Secara spesifik, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau yang dikenal dengan kode emiten DSSA menjadi instrumen investasi yang paling banyak diburu. DSSA sendiri merupakan salah satu saham konglomerasi yang berada di bawah naungan grup bisnis besar di Indonesia, yaitu Sinar Mas. Minat investor asing terhadap saham ini menunjukkan adanya daya tarik tersendiri pada kinerja atau prospek bisnis grup konglomerat tersebut.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Ketertarikan investor asing terhadap saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) tercermin dengan sangat jelas melalui nilai pembelian bersih yang sangat besar. Selama periode perdagangan 10-14 Agustus 2026, DSSA berhasil mencatatkan nilai beli bersih asing atau foreign net buy hingga mencapai Rp1,16 triliun. Nilai akumulasi beli bersih yang mencapai triliunan rupiah ini menjadi bukti nyata bahwa di balik tekanan jual asing sebesar Rp1,58 triliun di pasar reguler secara keseluruhan, saham konglomerasi Sinar Mas ini tetap mampu menarik aliran dana asing dalam jumlah yang sangat signifikan. Dinamika ini menegaskan bahwa strategi investasi asing di Indonesia sangat selektif, di mana mereka tetap melakukan pembelian besar pada saham-saham tertentu seperti DSSA milik Sinar Mas meskipun secara agregat pasar reguler sedang mengalami tekanan jual.






