Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor meminta masyarakat untuk mewaspadai dan meminimalkan paparan asap yang timbul akibat kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga. Asap pembakaran sampah berisiko memicu gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan dan mata.
Kepala Dinkes Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty menyampaikan bahwa paparan asap secara langsung dapat menimbulkan gejala seperti batuk, tenggorokan gatal atau perih, hingga sesak napas. Kondisi ini juga berpotensi memperburuk kesehatan warga yang sebelumnya sudah memiliki riwayat gangguan pernapasan. Selain dampak respirasi, asap tebal dapat menyebabkan iritasi mata dengan tanda-tanda mata merah, perih, dan berair.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap menebal atau arah angin berembus membawa kepulan asap menuju kawasan permukiman. Apabila harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diminta mengenakan masker yang menutup hidung dan mulut guna menyaring partikel asap.
Perhatian khusus ditujukan kepada kelompok rentan, mencakup bayi, anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit paru, atau penyakit jantung. Kelompok ini diminta untuk lebih berhati-hati dan sedapat mungkin menghindari paparan asap.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Masyarakat yang merasakan gangguan kesehatan akibat dampak kebakaran tersebut disarankan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Untuk penanganan kondisi kegawatdaruratan, layanan PSC 119 disiagakan dan dapat diakses masyarakat selama 24 jam.






