Api kembali membesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Peristiwa ini dipicu oleh hembusan angin kencang yang memunculkan titik api baru, setelah kobaran sebelumnya sempat berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengonfirmasi bahwa api yang membesar berasal dari titik baru dan bukan merupakan rembetan dari wilayah kota. Menurutnya, dinamika angin di lapangan cukup kencang, semula bertiup ke arah barat sebelum akhirnya bergeser ke selatan, sehingga kobaran api ikut bergerak ke arah selatan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Upaya Pengepungan Api dan Penanganan Lapangan
Untuk menahan laju kebakaran, sebanyak tujuh unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Operasi pemadaman tersebut turut didukung oleh armada mobil tangki air dari PDAM dan Dinas PUPR Kabupaten Bogor guna menjamin kelancaran pasokan air.
Petugas di lapangan menerapkan strategi pengepungan dari tiga penjuru, yakni sisi utara, selatan, dan timur. Taktik ini dilakukan untuk memblokir pergerakan api agar tidak merambat lebih jauh ke bagian lain di kawasan TPA Galuga. Hingga kini, luasan area yang terbakar akibat titik api baru ini belum dapat dipastikan, namun kepungan petugas telah membuat titik-titik kobaran mulai mengecil meski belum sepenuhnya padam.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sebelum kemunculan titik baru ini, ratusan personel gabungan dari Damkar, BPBD, TNI AD, TNI AU, Polri, PMI, serta sejumlah perangkat daerah telah mengendalikan kebakaran utama dan melakukan proses pendinginan sejak Kamis (10/9). Dalam rangkaian operasi pemadaman tersebut, TNI AU juga sempat mengerahkan helikopter untuk penyiraman dari udara, sementara personel darat membongkar timbunan sampah menggunakan alat berat guna menyemprot bara yang terperangkap di lapisan dalam.






