Perkembangan rantai pasok pangan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sedang berada di Kota Semarang untuk melakukan kunjungan kerja. Saat melakukan sesi dialog dengan para mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Amran menerima laporan langsung mengenai tingginya harga beras yang terjadi di Kabupaten Alor. Merespons aduan tersebut secara cepat, ia segera menghubungi Direktur Utama Perum Bulog langsung dari Semarang pada hari yang sama guna menginstruksikan pengiriman beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah kabupaten kepulauan tersebut.








