tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Distribusi Beras SPHP ke Kabupaten Alor untuk Stabilisasi Harga Pangan

Retno PurwantoDiterbitkan 7 Agu 2026 - 13.53 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Distribusi Beras SPHP ke Kabupaten Alor untuk Stabilisasi Harga Pangan
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Perkembangan rantai pasok pangan di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sedang berada di Kota Semarang untuk melakukan kunjungan kerja. Saat melakukan sesi dialog dengan para mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang, Amran menerima laporan langsung mengenai tingginya harga beras yang terjadi di Kabupaten Alor. Merespons aduan tersebut secara cepat, ia segera menghubungi Direktur Utama Perum Bulog langsung dari Semarang pada hari yang sama guna menginstruksikan pengiriman beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke wilayah kabupaten kepulauan tersebut.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Langkah cepat ini diambil untuk menstabilkan harga di tingkat konsumen lokal Alor yang sempat mengalami kenaikan signifikan. Selain memerintahkan pengiriman pasokan beras SPHP secara masif, Amran juga memberikan instruksi tegas terkait kesiapan infrastruktur logistik di Alor. Apabila fasilitas penyimpanan atau gudang penyimpanan beras belum memadai atau belum tersedia di kabupaten tersebut, Perum Bulog diperintahkan untuk segera membangun gudang baru di sana. Upaya pembangunan gudang ini dilakukan guna memastikan bahwa pasokan pangan tidak hanya sampai sekali saja, melainkan memiliki sistem penyimpanan yang memadai untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan jangka panjang di daerah kepulauan tersebut.

Beras SPHP yang dikirimkan ini ditargetkan dapat dibeli oleh masyarakat Alor dengan harga Rp12.500 per kilogram. Guna memastikan pemerataan pasokan, Amran menegaskan bahwa jalur distribusi beras ini tidak boleh terpusat di area perkotaan saja. Penyaluran harus mampu menjangkau seluruh pelosok Kabupaten Alor, termasuk wilayah kepulauan kecil dan kawasan pedalaman yang selama ini sering kali mengalami kendala akses logistik. Dengan target harga yang terjangkau ini, diharapkan daya beli masyarakat setempat dapat terjaga dengan baik di tengah tantangan ekonomi wilayah kepulauan tersebut.

Baca Juga

Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di Sentul

Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di Sentul

Bagi para pelaku usaha mikro, pengecer, dan mitra distribusi di Alor, program distribusi beras ini disalurkan melalui beberapa skema kemitraan yang sudah berjalan di lapangan. Berdasarkan data penyaluran dari bulan Maret hingga Juli 2026, total beras SPHP yang telah didistribusikan ke Kabupaten Alor mencapai 764.070 kilogram. Penyaluran tersebut terbagi ke dalam tiga saluran utama yang menjadi tumpuan ekonomi lokal di sana. Saluran pertama adalah melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang menyerap porsi terbesar, yaitu sebanyak 356.470 kilogram. RPK merupakan outlet penjualan pangan bentukan Bulog yang dikelola oleh masyarakat atau pelaku usaha lokal sebagai bentuk kemitraan ritel.

Saluran kedua didominasi oleh para pengecer di pasar rakyat atau pasar tradisional di Kabupaten Alor yang berhasil menyalurkan sebanyak 352.150 kilogram beras SPHP. Keterlibatan pedagang pasar tradisional ini sangat krusial karena mereka bersentuhan langsung dengan konsumen harian di berbagai pelosok daerah. Sementara itu, saluran ketiga dilakukan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyumbang penyaluran sebesar 55.450 kilogram. Selain skema SPHP tersebut, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan pangan beras secara langsung yang hingga tanggal 31 Juli 2026 tercatat telah mencapai 746.000 kilogram.

Baca Juga

Panduan Penyesuaian Anggaran Harian, Dampak Pemangkasan Pajak Makanan Jepang Menjadi 1 Persen

Panduan Penyesuaian Anggaran Harian, Dampak Pemangkasan Pajak Makanan Jepang Menjadi 1 Persen

Jika diakumulasikan secara keseluruhan, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah digelontorkan untuk wilayah Kabupaten Alor鈥攎enggabungkan program SPHP dan bantuan pangan langsung鈥攎encapai kisaran 1,5 juta kilogram. Melalui koordinasi ketat antara Bapanas, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog ini, rantai distribusi pangan di Alor diharapkan menjadi lebih solid dan mampu menekan gejolak harga. Bagi para pelaku usaha ritel tradisional dan pengelola Rumah Pangan Kita di Alor, kepastian pasokan dari instruksi terbaru ini memberikan kejelasan stok operasional untuk melayani kebutuhan pokok masyarakat dengan harga eceran yang telah ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Pembangunan gudang baru yang diinstruksikan oleh Kepala Bapanas apabila fasilitas penyimpanan belum tersedia di Alor menjadi poin penting bagi keberlanjutan rantai pasok lokal. Dengan adanya fasilitas penyimpanan yang memadai di tingkat kabupaten, ketergantungan pada pengiriman antarpulau yang rentan terhadap cuaca buruk dapat diminimalisasi. Hal ini memberikan kepastian bagi para pengecer lokal dan pengelola RPK bahwa pasokan beras SPHP seharga Rp12.500 per kilogram akan tetap tersedia secara konsisten sepanjang tahun. Keberadaan infrastruktur logistik yang kuat di Kabupaten Alor diharapkan dapat menstabilkan harga pangan secara permanen sekaligus mendukung roda perekonomian para pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BapanasPerum BulogBeras SPHPKabupaten AlorPengecer Lokal

Berita Terbaru Lainnya

Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Temuan Aset Ratusan Miliar di SentulPanduan Penyesuaian Anggaran Harian, Dampak Pemangkasan Pajak Makanan Jepang Menjadi 1 PersenAlasan 11 Kementerian dan Lembaga Peraih Opini WTP 2025 Tetap Mendapat Catatan BPKPerkembangan Teknologi Customer Engagement Berbasis AI di Pasar Digital IndonesiaPeluang Tender Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap untuk Penggantian Column Assy 11C-1Pertumbuhan Uang Primer Bank Indonesia Capai 17,1 Persen pada Juli 2026Pemeriksaan Kasus Pencucian Uang Febrie Adriansyah dan Rencana Sidang PraperadilanCadangan Devisa Indonesia Akhir Juli 2026 Capai US$ 145,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap