PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART), emiten yang bergerak di bidang komponen otomotif, melakukan diversifikasi bisnis dengan memproduksi alat penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui ekspansi ini, perseroan membidik peningkatan laba bersih hingga 46,18% secara tahunan (yoy) pada tahun 2026.
Langkah diversifikasi tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya persaingan di sektor industri manufaktur serta besarnya permintaan wadah makanan (tray food) untuk mendukung program pangan pemerintah. Untuk memfasilitasi ekspansi ini, perseroan melakukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) dan mulai mengembangkan bisnis non-otomotif sejak semester II 2025.
Dalam menjangkau pasar yang lebih luas, PART menghadirkan produk tray food berbasis tingkat komponen dalam negeri secara penuh atau full TKDN. Selain memproduksi wadah makanan, portofolio non-otomotif perseroan saat ini juga memproduksi aneka jenis mesin untuk kebutuhan pertanian serta peralatan rumah tangga yang ditujukan bagi program pemerintah maupun non-pemerintah di sektor pertanian serta industri makanan dan minuman.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Target Pertumbuhan Kinerja Keuangan
Meski memperluas cakupan usaha ke sektor penunjang pangan dan agrikultur, perseroan memastikan bahwa fokus utama pada bisnis komponen otomotif tetap terjaga. Segmen otomotif PART tercatat konsisten mempertahankan pertumbuhan positif pada rentang 5% hingga 15% per tahun.
Berdasarkan laporan kinerja per Juni 2026, PART telah membukukan pendapatan sebesar Rp177,64 miliar. Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp9,11 miliar, mengalami kenaikan dari realisasi periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,56 miliar.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sepanjang tahun 2026, PART menargetkan total pendapatan mencapai Rp413,62 miliar, atau tumbuh sekitar 11,91% dibandingkan capaian tahun 2025. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut dan tambahan kontribusi dari lini usaha non-otomotif, laba bersih perseroan pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp44,16 miliar, melonjak 46,18% dari perolehan laba bersih tahun 2025 yang sebesar Rp30,21 miliar.






