tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Dolar AS Turun ke Rp17.925 Saat Rupiah Menguat Setelah Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

Lidya RumbayanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 16.19 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dolar AS Turun ke Rp17.925 Saat Rupiah Menguat Setelah Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Rabu, 5 Agustus 2026 menjadi momen penting bagi pergerakan nilai tukar rupiah yang berhasil membalikkan keadaan dari hari sebelumnya. Pada penutupan perdagangan hari tersebut, mata uang rupiah tercatat menguat sebesar 0,50% dan bertengger di posisi Rp17.925 per dolar AS. Apresiasi ini berhasil membawa nilai tukar kembali berada di bawah batas psikologis Rp18.000 per dolar AS. Jika dibandingkan dengan penutupan hari Selasa, 4 Agustus 2026 yang berada di level Rp18.015 per dolar AS, rupiah mengalami kenaikan sekitar 90 poin. Pergerakan positif ini sekaligus membalikkan pelemahan sebesar 0,19% yang terjadi pada sesi perdagangan hari sebelumnya.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Sejak pasar dibuka pada Rabu pagi, nilai tukar rupiah langsung menunjukkan tren positif dengan menguat sebesar 0,32% ke posisi Rp17.957 per dolar AS. Pergerakan di zona hijau ini terus berlanjut hingga rilis data pertumbuhan ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Pasca-pengumuman tersebut, rupiah sempat menyentuh level apresiasi tertingginya hari itu sebesar 0,61% ke posisi Rp17.905 per dolar AS, sebelum akhirnya sedikit memangkas penguatan menjelang penutupan pasar. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang melacak kekuatan mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya, tercatat turun tipis 0,01% menjadi 99,846 pada pukul 15.00 WIB.

Mengapa pengumuman pertumbuhan ekonomi dari BPS berdampak positif pada rupiah?

BPS mencatat adanya pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29% secara tahunan (year on year/yoy) untuk kuartal II-2026. Meskipun angka ini menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,61%, realisasi tersebut nyatanya lebih tinggi daripada perkiraan para ekonom. Berdasarkan konsensus dari 15 institusi yang dikumpulkan oleh CNBC Indonesia, proyeksi awal untuk pertumbuhan ekonomi hanya berada di angka 5,12%. Hasil yang melampaui ekspektasi pasar inilah yang memberikan sentimen positif bagi pergerakan rupiah sepanjang hari perdagangan.

Berapa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2026?

Baca Juga

Bahlil Lahadalia Lantik Empat Pejabat Baru Kementerian ESDM untuk Perkuat Sektor Energi

Bahlil Lahadalia Lantik Empat Pejabat Baru Kementerian ESDM untuk Perkuat Sektor Energi

M. Edy Mahmud selaku Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS memaparkan bahwa PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II-2026 mencapai Rp6.552,1 triliun. Sementara itu, perhitungan atas dasar harga konstan menunjukkan angka Rp3.576,2 triliun. Data ini mencerminkan volume aktivitas ekonomi riil Indonesia yang menjadi fondasi penguatan nilai tukar domestik di tengah ketidakpastian global.

Faktor domestik apa saja yang menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia selama periode ini?

Aktivitas ekonomi di dalam negeri mendapat dorongan kuat dari beberapa faktor internal. Salah satu pendorong utamanya adalah pencairan gaji ke-13 untuk para aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI, dan Polri. Selain itu, pertumbuhan ekonomi juga disokong oleh adanya peningkatan investasi, kinerja penjualan ritel yang positif, serta kenaikan angka penjualan kendaraan bermotor di pasar domestik. Kombinasi faktor-faktor ini menjaga aktivitas ekonomi tetap bergerak di jalur positif.

Apa saja tantangan dan tekanan global yang dihadapi oleh perekonomian saat ini?

Baca Juga

Ekspansi Kredit BNI Mendekati Rp1.000 Triliun dan Peluang Pendanaan di Semester I-2026

Ekspansi Kredit BNI Mendekati Rp1.000 Triliun dan Peluang Pendanaan di Semester I-2026

Meskipun ekonomi domestik menunjukkan kinerja yang tangguh, tekanan eksternal dari situasi geopolitik global tetap membayangi. Salah satu tantangan utama yang terjadi adalah konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan pihak Iran. Konflik tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Lebih lanjut, ketegangan ini juga mengganggu rantai pasok dunia setelah aktivitas pelayaran di kawasan Selat Hormuz mengalami hambatan.

Bagaimana pergerakan nilai tukar ini memengaruhi pendapatan di sektor ekonomi digital?

Bagi para pelaku ekonomi digital dan penyedia jasa lepas yang kerap menerima pembayaran dalam dolar AS, penguatan rupiah hingga ke bawah level Rp18.000 per dolar AS memengaruhi nilai konversi pendapatan mereka ke mata uang lokal. Kondisi nilai tukar selalu bersifat dinamis akibat pengaruh sentimen global maupun data makroekonomi domestik. Oleh karena itu, para pekerja di sektor digital perlu memperhatikan pergerakan kurs secara berkala dan memahami bahwa tidak ada kepastian pendapatan yang bebas risiko dari fluktuasi mata uang.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

ekonomi digitalRupiahDolar ASPertumbuhan Ekonomivalas

Berita Terbaru Lainnya

Bahlil Lahadalia Lantik Empat Pejabat Baru Kementerian ESDM untuk Perkuat Sektor EnergiEkspansi Kredit BNI Mendekati Rp1.000 Triliun dan Peluang Pendanaan di Semester I-2026Aturan Impor Kendaraan Bekas dan Ketegasan Bea Cukai Menindak Motor Harley IlegalIsuzu D-Max Terbaru Bidik Peluang Kendaraan Operasional di Sektor KomersialDugaan Penyebab Kematian Mahasiswa PPDS Unri ACL dan Kaitannya dengan Pinjaman OnlineCara Merapikan Keuangan UMKM dari Dasar Melalui Kelas PeDe AkuntansiSebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29 Persen, Sektor Pendorong Utama dan Peta Kekuatan Pasar Domestik

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap