Penyaluran bantuan logistik bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai didistribusikan di Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Kamis (3/9/2026). Distribusi pangan dan kebutuhan pokok ini merupakan bagian dari penggalangan donasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) yang terkumpul senilai total Rp1,8 miliar.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kemenimipas Mashudi mengawal langsung penyerahan bantuan yang berlangsung di Rutan Kelas IIB Ruteng antara pukul 08.00 hingga 10.30 Wita. Pasokan yang dibagikan meliputi 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kg gula pasir, 1.000 rak telur, 1.000 dus mi instan, serta pasokan obat-obatan dan multivitamin. Dharma Wanita Persatuan (DWP) Imipas turut menyalurkan bantuan pendamping dalam agenda tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penilaian Kerusakan dan Keberlanjutan Layanan Rutan
Selain membawa bantuan fisik, Kemenimipas menurunkan tim asistensi guna mengevaluasi tingkat kerusakan infrastruktur di Rutan Kelas IIB Ruteng. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan bagian bangunan rutan mengalami kerusakan berat, sehingga membutuhkan rekonstruksi total dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) baru daripada sekadar penataan ulang.
Meski kondisi fisik gedung terdampak bencana, Kepala Rutan Ruteng memastikan hak-hak warga binaan, termasuk proses pengusulan dua pertiga masa pidana, tetap diproses sesuai standar pelayanan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Setelah menyelesaikan pemantauan dan serah terima logistik di Ruteng, Mashudi melanjutkan perjalanan dinas ke Labuan Bajo untuk meninjau lahan aset Kemenimipas seluas sekitar 3,3 hektare.






