Pemerintah Provinsi Jawa Timur dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik I Kategori Pengolahan Sampah dan Lingkungan Asri dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, pada Jumat (28/8). Atas raihan prestasi ini, Pemprov Jatim memperoleh bantuan pemerintah sebesar Rp2 miliar.
Keberhasilan Jawa Timur menduduki posisi puncak tidak lepas dari integrasi aksi lingkungan berbasis komunitas hingga proyek strategis energi terbarukan. Di tingkat pendidikan, unit SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di berbagai daerah rutin menggalakkan aksi kurve atau kerja bakti kebersihan. Melalui gerakan ini, pihak sekolah mengolah sampah menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan kembali untuk menopang program ketahanan pangan di lingkungan masing-masing.
Dorongan Pengolahan Sampah Skala Besar Lewat PSEL
Selain pendekatan berbasis sekolah dan komunitas, Pemprov Jatim mempercepat implementasi proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Saat ini, kerja sama formal telah dijalin bersama tujuh bupati dan wali kota di kawasan aglomerasi Surabaya Raya dan Malang Raya.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kapasitas awal fasilitas PSEL di wilayah Surabaya Raya ditargetkan mampu memproses hingga 1.100 ton sampah per hari. Angka tersebut memenuhi ketentuan Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang menetapkan batas minimal bahan baku operasional sebesar 1.000 ton sampah per hari guna memastikan keberlanjutan pasokan energi.
Langkah-langkah tersebut tercermin langsung pada indikator kinerja lingkungan daerah. Data Kementerian Lingkungan Hidup RI per Maret 2026 mencatat capaian pengelolaan sampah di Jawa Timur menyentuh angka 52,7 persen. Angka ini menempatkan Jawa Timur di peringkat teratas secara nasional, melampaui rata-rata nasional yang berada di kisaran 24,95 persen.
Prestasi Kabupaten dan Kota di Jawa Timur
Capaian positif pengelolaan lingkungan ini juga diikuti oleh sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur. Pada Kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tingkat daerah, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Surabaya turut menorehkan penghargaan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kabupaten dan kota lain di wilayah Jawa Timur juga menyabet apresiasi di sektor berbeda:
- Implementasi Program 3 Juta Rumah: Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Madiun, dan Kota Surabaya.
- Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan: Kota Mojokerto (Terbaik I) dan Kota Surabaya (Terbaik III).
- Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan: Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Magetan, Kota Blitar, dan Kota Madiun.
Di sela penyerahan apresiasi, Mendagri Tito Karnavian turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian daerah terhadap respons kebencanaan nasional, termasuk pengiriman bantuan logistik berskala besar dari Jawa Timur untuk penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.






