Booth Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dipadati oleh para pengunjung dalam perhelatan Lampung Financial Festival 2026 yang berlangsung di Novotel, Bandar Lampung, pada Minggu (6/9/2026). Partisipasi aktif masyarakat dalam festival keuangan ini sejalan dengan tujuan penyelenggaraan acara, yakni untuk meningkatkan literasi publik mengenai sektor keuangan sekaligus memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya penjaminan simpanan perbankan.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menjelaskan bahwa penunjukan Lampung sebagai lokasi festival didasari oleh pertimbangan berbasis data. Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan pihak LPS, tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakat di Provinsi Lampung saat ini baru menyentuh angka 58,5 persen. Posisi tersebut tercatat masih berada di bawah rata-rata nasional yang berada pada level 62,5 persen.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Intervensi Edukasi dan Kesenjangan Pemahaman Publik
Dengan capaian literasi sebesar 58,5 persen tersebut, Anggito menerangkan bahwa Lampung masuk ke dalam kelompok atau kuadran yang membutuhkan intervensi edukasi lebih besar. Peningkatan upaya sosialisasi menjadi keharusan guna mendongkrak pemahaman finansial masyarakat setempat secara terarah dan efektif.
Secara nasional, tingkat kesadaran masyarakat mengenai adanya proteksi perbankan sebenarnya sudah cukup baik. Survei menunjukkan bahwa sekitar 62,5 persen hingga 62,6 persen masyarakat鈥攁tau setara enam dari sepuluh orang鈥攖elah mengetahui bahwa dana yang mereka simpan di bank mendapatkan jaminan. Meski demikian, LPS menemukan adanya celah pemahaman terkait institusi penjaminnya. Dari jumlah masyarakat yang mengetahui adanya jaminan tersebut, porsi yang mengetahui secara spesifik bahwa penjaminan simpanan dijalankan oleh LPS hanya sekitar 46,3 persen.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Target Literasi Melampaui Rata-Rata Nasional
Melihat kondisi tersebut, kehadiran booth edukasi dan rangkaian program di Lampung Financial Festival 2026 diarahkan untuk menjembatani kesenjangan informasi yang ada. LPS telah menetapkan target internal agar tingkat literasi penjaminan simpanan di Lampung tidak hanya mengalami pertumbuhan, tetapi juga berhasil melompat hingga melampaui rata-rata nasional.






