tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Dorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363

Lidya RumbayanDiterbitkan 5 Agu 2026 - 13.13 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dorongan Sentimen Domestik dan Global di Balik Penguatan IHSG ke Level 6.363
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Pasar modal Indonesia menunjukkan performa positif pada pertengahan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan sebesar 0,69% ke level 6.363,01 pada perdagangan hari Rabu, 5 Agustus 2026. Angka ini menandai kenaikan sebesar 43,40 poin dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya di level 6.319,61. Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung cukup dinamis dengan total nilai transaksi mencapai Rp 7,88 triliun.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance
Sepanjang sesi perdagangan tersebut, volume saham yang ditransaksikan tercatat mencapai 20,66 miliar lembar saham yang tersebar dalam 1,35 juta kali transaksi. Kekuatan pasar didominasi oleh pergerakan positif dengan rincian sebanyak 436 saham mengalami kenaikan harga, sementara 179 saham mengalami penurunan, dan 172 saham lainnya bergerak stagnan tanpa mengalami perubahan harga. Dinamika ini mencerminkan optimisme pelaku pasar yang cukup merata di berbagai sektor saham.

Arus modal asing juga turut memberikan dorongan signifikan bagi pergerakan indeks. Pada hari perdagangan sebelumnya, investor asing secara akumulatif mencatatkan aksi beli bersih senilai Rp 623,5 miliar di seluruh pasar. Aktivitas akumulasi ini terfokus pada beberapa emiten berkapitalisasi besar. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi oleh investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp 404,4 miliar. Posisi berikutnya diikuti oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan catatan beli bersih asing sebesar Rp 129,9 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp 116,1 miliar. Selain sektor perbankan, investor asing juga melirik sektor komoditas dengan mengumpulkan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) sebesar Rp 101,2 miliar, disusul oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) dengan nilai beli bersih Rp 94,1 miliar.

Baca Juga

Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026

Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026

Di balik pergerakan indeks yang menguat ini, terdapat faktor pendorong kuat dari dalam negeri yang memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar. Badan Pusat Statistik merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II-2026 yang menunjukkan performa di atas perkiraan. Ekonomi domestik tercatat tumbuh sebesar 5,29% secara tahunan. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan konsensus pasar yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan di level 5,12%. Pencapaian ini memberikan sinyal bahwa fondasi ekonomi nasional berada dalam kondisi yang cukup kokoh, sehingga memicu kepercayaan investor untuk menempatkan dana mereka di pasar saham domestik.

Selain faktor domestik, kondisi pasar global yang kondusif turut memberikan angin segar bagi pasar keuangan Asia, termasuk Indonesia. Salah satu sentimen global utama datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah, di mana Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terus melanjutkan proses negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Kabar perkembangan negosiasi ini langsung berdampak pada pasar komoditas energi, dengan menekan harga minyak mentah dunia hingga terkoreksi lebih dari 5%. Penurunan harga minyak ini memberikan dampak berantai pada berkurangnya tekanan inflasi global.

Sejalan dengan meredanya kekhawatiran global, indeks dolar AS terpantau melemah hingga menyentuh level 99,85. Pelemahan mata uang dolar AS ini diikuti dengan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun yang turun ke level 4,627%. Penurunan imbal hasil obligasi AS dan pelemahan dolar AS secara historis sering kali memicu aliran modal kembali ke pasar negara berkembang karena investor mencari imbal hasil yang lebih menarik di luar aset aman AS.

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29 Persen, Sektor Pendorong Utama dan Peta Kekuatan Pasar Domestik

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29 Persen, Sektor Pendorong Utama dan Peta Kekuatan Pasar Domestik

Kondisi global yang membaik ini juga tercermin pada pergerakan bursa saham di kawasan Asia lainnya yang kompak menguat tajam. Indeks Kospi di Korea Selatan mencatatkan lonjakan signifikan dengan kenaikan lebih dari 4%. Sementara itu, indeks Nikkei 225 di Jepang juga ditutup menguat sekitar 1,8%. Pergerakan positif di bursa regional ini memperkuat sentimen beli di pasar saham domestik, menciptakan sinergi positif yang mendorong kenaikan IHSG pada hari Rabu tersebut.

Bagi para investor ritel yang aktif menggunakan berbagai aplikasi investasi dan platform perdagangan saham digital, pergerakan IHSG yang dipengaruhi oleh sentimen domestik maupun global ini memberikan pelajaran penting mengenai analisis pasar. Memahami bagaimana data ekonomi makro seperti pertumbuhan kuartalan dan indikator global seperti imbal hasil obligasi serta pergerakan harga minyak memengaruhi harga saham dapat membantu dalam pengambilan keputusan investasi. Kendati demikian, investasi saham tetap memiliki risiko fluktuasi pasar yang dinamis, sehingga pemantauan data secara berkala melalui aplikasi tepercaya sangat disarankan agar investor dapat menyesuaikan portofolio mereka secara bijak.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IHSGPasar ModalBursa Efek IndonesiaInvestasi Saham

Berita Terbaru Lainnya

Sebaran Penduduk Miskin di Indonesia Berdasarkan Data BPS Maret 2026Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sentuh 5,29 Persen, Sektor Pendorong Utama dan Peta Kekuatan Pasar DomestikSyarat dan Tantangan Pusat Finansial Internasional Indonesia dalam Menarik Investor GlobalLayanan Kesehatan dan Logistik Baznas Hadir di Zikir Kebangsaan MonasStrategi Menggaet Pasar Gen Z dan Milenial Berdasarkan Data Kependudukan Dukcapil 2026Data BPS Maret 2026, Angka Kemiskinan Indonesia Turun Menjadi 22,93 Juta OrangAksi Relawan SPPG di Kuningan Menahan Babi Hutan demi Lindungi WargaPenyelundupan Harley-Davidson Bekas dari China Digagalkan Bea Cukai Tanjung Priok

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

Olahraga

Data Statistik dan Posisi Klasemen Sementara Grup A Piala AFF 2026

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap