Ancaman kekeringan menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian nasional. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Hanan A Rozak, mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah antisipasi serta melakukan berbagai upaya nyata demi menjaga tingkat produksi petani di tengah situasi kemarau.
Persoalan ketersediaan air saat ini menjadi faktor yang sangat penting dan krusial bagi para petani. Oleh karena itu, menjaga kontinuitas pasokan air ke lahan-lahan pertanian menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi agar stabilitas produksi tanaman pangan tidak terganggu.
Prioritas Pengamanan Air Melalui Kementerian PU
Dalam keterangannya pada program Squawk Box di CNBC Indonesia bersama Andi Shalini, Kamis (10/09/2026), Hanan A Rozak menegaskan bahwa Komisi IV DPR RI telah memberikan rekomendasi khusus kepada pemerintah. Komisi IV meminta pemerintah, khususnya melalui Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU), untuk memastikan ketersediaan air bagi para petani dijadikan sebagai prioritas utama.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Upaya pengamanan pasokan air tersebut menitikberatkan pada langkah perbaikan dan optimalisasi infrastruktur pengairan, termasuk fasilitas bendungan dan jaringan irigasi. Optimalisasi fungsi bendungan dan saluran irigasi dinilai sangat mendesak agar distribusi air menuju areal persawahan petani dapat mengalir secara merata dan efektif selama musim kemarau.
Dukungan Pupuk, Benih, dan Kepastian Pasar
Selain fokus pada infrastruktur pengairan, Hanan menyampaikan bahwa keberlanjutan produksi pertanian membutuhkan dukungan menyeluruh pada rantai pasok pertanian. Komisi IV DPR RI menekankan pentingnya kepastian penyaluran pupuk bersubsidi agar tiba tepat waktu dan tepat sasaran kepada petani yang membutuhkan.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Di samping ketersediaan pupuk, jaminan ketersediaan benih unggul serta adanya kepastian pasar bagi hasil panen petani juga menjadi pilar krusial. Seluruh aspek pendukung ini, mulai dari tata kelola air, pupuk bersubsidi, benih berkualitas, hingga serapan pasar, dinilai sebagai faktor penentu utama untuk terus mendorong peningkatan produksi pertanian serta mewujudkan target swasembada pangan nasional.






