tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorWaspada PenipuanPopuler
Beranda/Afiliasi

Dugaan Titik Awal Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Lantai Sebelas

Wulan WijayaDiterbitkan 8 Agu 2026 - 07.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dugaan Titik Awal Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta di Lantai Sebelas
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Peristiwa kebakaran hebat melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta yang berlokasi di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Insiden ini menarik perhatian publik karena melibatkan salah satu fasilitas penting dalam pengelolaan administrasi daerah. Laporan pertama mengenai kobaran api diterima oleh pihak berwenang pada hari Jumat malam, memicu respons cepat dari tim pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi agar tidak merembet lebih luas ke area sekitar. Kejadian ini menimbulkan berbagai pertanyaan di masyarakat mengenai kronologi, penanganan di lapangan, serta langkah investigasi yang sedang berjalan.

Di mana dan kapan tepatnya kebakaran gedung Bapenda DKI Jakarta ini terjadi?

Kebakaran hebat ini melanda gedung Bapenda DKI Jakarta yang beralamat di wilayah Gambir, Jakarta Pusat. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta mencatat bahwa mereka pertama kali menerima laporan mengenai adanya kobaran api pada hari Jumat, 7 Agustus, sekitar pukul 21.30 WIB. Upaya pemadaman terus dilakukan secara intensif oleh petugas di lapangan hingga akhirnya area yang terbakar berhasil masuk dalam tahap pendinginan pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 01.53 WIB dini hari. Rentang waktu penanganan yang berlangsung selama beberapa jam ini menunjukkan skala tantangan yang dihadapi petugas untuk menjinakkan api di lokasi tersebut.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Di mana titik awal munculnya api yang memicu kebakaran besar ini?

Berdasarkan informasi awal yang dihimpun oleh pihak kepolisian di lapangan, titik awal kebakaran diduga kuat berasal dari lantai 11 gedung Bapenda DKI Jakarta. Area lantai 11 tersebut diketahui sedang berada dalam proses pengerjaan proyek renovasi saat insiden terjadi. Dugaan sementara ini memfokuskan penyelidikan awal pada kondisi fisik serta aktivitas yang ada di lantai tersebut selama renovasi berlangsung. Kepastian mengenai penyebab utama masih menunggu hasil pemeriksaan resmi yang lebih mendalam dari pihak berwenang.

Baca Juga

Pakta Pertahanan Bersama Arab Saudi, Pakistan, dan Turki

Pakta Pertahanan Bersama Arab Saudi, Pakistan, dan Turki

Bagaimana rincian kekuatan pemadam yang dikerahkan untuk mengatasi kobaran api?

Untuk mengatasi kobaran api yang cukup besar di gedung bertingkat tersebut, Dinas Gulkarmat Provinsi DKI Jakarta mengerahkan kekuatan penuh di lapangan guna meminimalkan kerusakan. Sebanyak 30 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan langsung ke lokasi kejadian di Gambir. Selain armada kendaraan, sebanyak 180 personel pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk berjuang memadamkan api secara langsung.

Apa saja alat khusus yang dikerahkan oleh petugas pemadam kebakaran dalam insiden ini?

Dalam upaya menjinakkan kobaran api yang melanda bagian atas gedung Bapenda DKI Jakarta, petugas pemadam kebakaran mengerahkan berbagai peralatan khusus untuk menjangkau ketinggian. Dari total 30 unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi, tiga unit di antaranya merupakan mobil pemadam jenis Bronto Skylift. Penggunaan Bronto Skylift ini sangat krusial karena titik awal kebakaran diduga berada di lantai 11. Kehadiran unit khusus ini membantu personel di lapangan untuk melakukan penyemprotan air secara lebih efektif langsung ke arah lantai yang terbakar.

Baca Juga

Madura United Resmi Rekrut Mantan Pemain Timnas U22 Rifqi Ray

Madura United Resmi Rekrut Mantan Pemain Timnas U22 Rifqi Ray

Faktor apa saja yang menyebabkan proses pemadaman api membutuhkan waktu relatif lama?

Proses pemadaman api di gedung Bapenda DKI Jakarta ini tidak berjalan instan dan membutuhkan waktu beberapa jam hingga situasi benar-benar aman dan terkendali. Menurut penjelasan dari perwakilan petugas bernama Bayu, jenis material yang terbakar di dalam gedung menjadi salah satu penyebab utama mengapa proses pemadaman memakan waktu lebih lama. Keberadaan material tertentu di area lantai 11 menyulitkan petugas untuk memadamkan bara api secara cepat, sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh hingga tahap pendinginan selesai pada Sabtu dini hari.

Langkah penyelidikan apa yang sedang berjalan saat ini untuk mengungkap penyebab kebakaran?

Setelah api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan area gedung didinginkan, kepolisian segera mengambil langkah cepat untuk mengusut tuntas peristiwa ini. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerjunkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri ke lokasi kejadian. Kehadiran tim Puslabfor Bareskrim Polri ini bertujuan untuk menelusuri sumber api pertama serta memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran hebat di lantai 11 yang sedang direnovasi tersebut. Langkah ini penting dilakukan agar diperoleh kepastian dan data yang valid mengenai insiden kebakaran tersebut.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Kebakaran JakartaBapenda DKI JakartaPuslabfor PolriGulkarmat DKI Jakarta

Berita Terbaru Lainnya

Festival Colour of Indonesia Buka Potensi Monetisasi Karya Seni AnakPakta Pertahanan Bersama Arab Saudi, Pakistan, dan TurkiMadura United Resmi Rekrut Mantan Pemain Timnas U22 Rifqi RayPelarian Delapan Pelaku Penganiayaan Pekerja Koperasi di Tangerang Berakhir di PemalangPolda Metro Jaya Jadwalkan Pemeriksaan Youtuber Bigmo Terkait Dugaan Promosi Vape Melibatkan AnakKemacetan Jalintim Sumatra di Air Batu Banyuasin Rute Palembang-JambiHarga BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik Hingga Desember 2026Regulasi Ekspor Logam Tanah Jarang Mulai Dirumuskan untuk Mendorong Hilirisasi

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator
Waspada Penipuan

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap