Pengembangan sentra kerajinan kulit di Kabupaten Garut, Jawa Barat, mendapat dorongan baru melalui penguatan ekosistem koperasi. Kolaborasi antara Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi (DWP Kemenkop) dan unit kerja kementerian diarahkan untuk memperluas jangkauan pasar serta kapasitas produksi para perajin lokal yang memproduksi jaket, tas, sepatu, hingga aneka produk busana kulit.
Langkah tersebut diwujudkan melalui agenda bertajuk "Leather Up: Accelerate, Create and Connect with Cooperatives" yang digelar di Garut pada Kamis (10/9/2026). Penasihat DWP Kemenkop, Sita Ferry Juliantono, menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak demi memperkokoh rantai nilai industri kreatif daerah berbasis perkoperasian.
Dorong Daya Saing dan Pemetaan Komoditas
Kegiatan ini merupakan hasil inisiasi bersama antara Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop dengan DWP Kemenkop. Garut ditetapkan sebagai lokasi sentral program karena telah memiliki ekosistem industri penyamakan dan pengolahan kulit yang matang, didukung jaringan koperasi serta pelaku UMKM yang aktif berproduksi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, memaparkan bahwa acara ini melibatkan 100 peserta yang terdiri atas anggota koperasi kulit, pelaku UMKM setempat, dan perwakilan Koperasi Artisan Kulit Indonesia. Selain meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial, pertemuan ini fokus memetakan potensi komoditas kulit guna mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Agenda tersebut turut menyoroti peranan PRMC Garut sebagai tolok ukur perkembangan sektor industri kulit regional agar standardisasi dan kualitas produk dapat terus bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dukungan Kolaborasi Lintas Sektor
Forum strategis ini turut dihadiri oleh Ketua DWP Kemenkop Wati Zabadi, Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina, serta desainer sekaligus inisiator Piazza Firenze, Poppy Dharsono. Kehadiran para tokoh ini mempertemukan unsur pemerintah, desainer mode, dan pelaku usaha di lapangan.
Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut terbuka kemitraan terstruktur semacam ini. Integrasi antara perajin, kelembagaan koperasi, dan kementerian dinilai menjadi kunci dalam menggerakkan perekonomian masyarakat Garut secara berkelanjutan.






