Industri keuangan tanah air mencatatkan pencapaian baru dalam sektor komoditas logam mulia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa kinerja usaha bulion atau bank emas di Indonesia menunjukkan tren yang sangat positif. Hingga Juni 2026, akumulasi jumlah emas yang dikelola dalam ekosistem ini telah menembus angka lebih dari 150 ton. Pencapaian ini menjadi penanda penting bagi perkembangan instrumen keuangan berbasis emas di dalam negeri, yang kini tidak lagi sekadar menjadi alat investasi pasif melainkan bagian aktif dari sistem perbankan terintegrasi. Pertumbuhan ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap lembaga keuangan formal dalam mengelola aset berharga mereka.
Layanan apa saja yang ditawarkan oleh bank emas di Indonesia saat ini?








