Kekuatan ekosistem ekonomi syariah Indonesia mencatatkan tonggak baru dengan nilai transaksi dan perputaran yang menembus Rp3.131,02 triliun. Capaian ini secara resmi menempatkan Indonesia pada posisi keempat dalam lanskap ekonomi syariah global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan bahwa posisi strategis Indonesia ditopang oleh kinerja manufaktur dan produk halal. Indonesia saat ini memimpin sebagai produsen nomor satu dunia untuk sektor produk halal, termasuk penetrasi pasar busana muslim (modest fashion).
Perluasan pasar produk halal dalam negeri didukung oleh penguatan standardisasi dan jaminan mutu. Hingga saat ini, ekosistem sertifikasi halal di Indonesia telah berhasil menerbitkan 4,4 juta sertifikat. Guna memastikan kelancaran rantai pasok dan perdagangan global, pemerintah juga telah mengamankan perjanjian pengakuan timbal balik (mutual recognition arrangement) dengan 39 negara, memfasilitasi arus ekspor dan impor produk halal tanpa kendala regulasi teknis antarnegara.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Perluasan Pembiayaan UMKM dan Potensi ZISWAF
Dari sisi pembiayaan sektor riil, pemerintah terus mendorong optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah agar dapat diakses lebih masif oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Skema ini difokuskan untuk memperkuat permodalan usaha berbasis prinsip syariah di berbagai daerah.
Di samping sektor pembiayaan komersial, instrumen keuangan sosial Islam yang mencakup zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional. Pemerintah menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan konsolidasi antarlembaga pengelola agar penghimpunan serta penyaluran dana sosial tersebut lebih terarah dan berdampak optimal.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Sebagai percontohan integrasi ekosistem, Provinsi Aceh dinilai berhasil menjadi model implementasi keuangan syariah daerah. Struktur ekosistem di wilayah tersebut memperlihatkan sinergi fungsional antara perbankan syariah, lembaga keuangan nonbank, dan pengelolaan dana sosial keagamaan melalui peran Baitul Mal.






