tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Eks Diplomat Ungkap Kesalahan Fatal Amerika usai Tragedi 9/11

Fitri LimbongDiterbitkan 13 Sep 2026 - 01.25 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Eks Diplomat Ungkap Kesalahan Fatal Amerika usai Tragedi 9/11
Foto/Ilustrasi: https://www.metrotvnews
A-A+

Ketakutan dan kemarahan publik Amerika Serikat pascatragedi penyerangan 11 September 2001 dinilai menjadi pemicu lahirnya serangkaian keputusan gegabah dari pemerintah Washington. Dampak dari langkah-langkah tergesa-gesa tersebut tidak hanya memicu konflik militer berkepanjangan, tetapi juga mengubah lanskap geopolitik dunia secara mendalam.

Pandangan tersebut diungkapkan oleh Zalmay Khalilzad, mantan Duta Besar AS yang pernah menjabat sebagai direktur senior di Dewan Keamanan Nasional pada era kepemimpinan Presiden George W. Bush. Menurutnya, respons emosional pascaserangan yang menewaskan hampir 3.000 orang tersebut membuat pengambil kebijakan di AS mengabaikan kalkulasi jangka panjang.

Tragedi 9/11 terjadi ketika 19 pembajak menabrakkan pesawat komersial ke gedung World Trade Center di New York, Pentagon di Virginia, serta sebuah area terbuka di Pennsylvania. Merespons serangan itu, AS melancarkan operasi militer ke Afghanistan kurang dari sebulan kemudian untuk menumpas jaringan al-Qaeda.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Salah satu kekeliruan mendasar yang disorot Khalilzad adalah keengganan pihak Washington membuka ruang perundingan dengan kelompok Taliban pada bulan-bulan awal invasi tahun 2001. Padahal, saat itu beredar laporan bahwa Taliban menunjukkan keterbukaan untuk mencapai sebuah kesepakatan politik. Penolakan terhadap opsi diplomasi tersebut justru mengunci militer AS dalam pusaran perang panjang yang berlangsung hampir dua dekade.

Langkah keliru lainnya terjadi pada 2003, ketika pemerintahan Bush memutuskan menginvasi Irak. Dasar serangan tersebut bertumpu pada penilaian intelijen mengenai kepemilikan senjata pemusnah massal nuklir oleh Baghdad, klaim yang di kemudian hari terbukti palsu. Invasi tersebut berujung pada perang selama lebih dari delapan tahun, perombakan stabilitas kawasan, serta penggulingan dan eksekusi mantan pemimpin Irak, Saddam Hussein.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Keterlibatan militer AS di Afghanistan akhirnya resmi berakhir pada 2021 setelah berlangsung selama 20 tahun. Namun, penarikan pasukan tersebut diiringi runtuhnya pemerintahan Afghanistan yang sebelumnya disokong AS, membuka jalan bagi Taliban untuk kembali memegang kendali kekuasaan.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Amerika Serikatgeopolitik

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap