tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Tambang dan Tantangan Infrastruktur

Wahyu SuryaniDiterbitkan 9 Agu 2026 - 06.18 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekspansi Kendaraan Listrik Niaga di Sektor Tambang dan Tantangan Infrastruktur
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Langkah besar menuju elektrifikasi industri alat berat kini mulai merambah sektor hulu di Indonesia. Sektor pertambangan, yang selama ini dikenal padat emisi, kini bersiap menyambut era baru dengan kehadiran armada bertenaga listrik. Pergeseran teknologi ini tidak hanya membawa angin segar bagi kelestarian lingkungan, tetapi juga menghadirkan sejumlah tantangan nyata di lapangan yang harus segera diselesaikan oleh para pelaku industri.

Dalam wawancara di program Closing Bell CNBC Indonesia pada hari Rabu, 5 Agustus 2026, COO Indomobil JAC, Reggie Kurnia, memaparkan pandangan optimistisnya mengenai prospek kendaraan listrik

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi & KeuanganDigital Economy & EarningKeuanganDigital EconomyEkonomi & RegulasiEkonomi GlobalRegulasi & HukumAfiliasiEkonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
niaga untuk masuk ke wilayah pertambangan. Melalui diskusi bersama jurnalis Shafinaz Nachiar, terungkap bahwa minat perusahaan tambang untuk beralih ke armada listrik semakin tinggi. Namun, proses transisi ini tidak bisa terjadi dalam semalam karena membutuhkan kesiapan ekosistem pendukung yang kuat di lokasi operasional tambang.

Apa alasan utama kendaraan listrik mulai digunakan untuk operasional pertambangan?

Peralihan ke kendaraan tambang listrik didorong oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung program dekarbonisasi industri pertambangan. Selama ini, biaya operasional untuk bahan bakar armada konvensional menyedot porsi anggaran yang sangat besar. Dengan memanfaatkan tenaga listrik, perusahaan pertambangan dapat memangkas biaya energi secara signifikan dalam jangka panjang. Selain keuntungan finansial dari sisi efisiensi, langkah ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab industri untuk menekan emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas pengerukan dan pengangkutan komoditas tambang.

Bagaimana kontribusi elektrifikasi ini terhadap prinsip ESG dan target Net Zero Emission?

Baca Juga

Rincian Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan untuk Mengurai Kemacetan Bogor

Rincian Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan untuk Mengurai Kemacetan Bogor

Masuknya kendaraan listrik ke sektor pertambangan bertujuan langsung untuk mendukung program elektrifikasi internal perusahaan dan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Di tingkat global maupun nasional, tuntutan terhadap praktik bisnis yang ramah lingkungan semakin ketat. Dengan menerapkan prinsip ESG melalui penggunaan armada bebas emisi, perusahaan tambang dapat mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE). Penerapan teknologi bersih ini juga meningkatkan nilai tawar perusahaan di mata investor global yang kini sangat memprioritaskan kepatuhan terhadap aspek lingkungan hidup.

Apa saja kendala infrastruktur utama yang dihadapi dalam adopsi kendaraan listrik di area tambang?

Meskipun potensinya sangat menjanjikan, adopsi kendaraan tambang listrik dihadapkan pada tantangan infrastruktur yang cukup berat. Masalah utama yang menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku industri adalah jaminan keamanan pasokan listrik. Lokasi pertambangan umumnya berada di wilayah pedalaman yang jauh dari jaringan listrik utama nasional. Menjamin pasokan listrik yang stabil dan aman untuk mengisi daya kendaraan berkapasitas besar merupakan tantangan teknis tersendiri.

Tantangan berikutnya adalah ketersediaan stasiun pengisian daya (charging station) yang memadai di area kerja tambang. Mengingat kendaraan niaga pertambangan memiliki ukuran dan kapasitas baterai yang sangat besar, dibutuhkan fasilitas pengisian daya cepat yang tahan terhadap kondisi lingkungan tambang yang ekstrem, berdebu, dan berlumpur. Selain itu, ketersediaan bengkel perawatan khusus dan teknisi yang terampil untuk menangani sistem kelistrikan kendaraan juga masih sangat terbatas, sehingga menjadi hambatan operasional jika terjadi kerusakan di lapangan.

Baca Juga

Pergerakan IHSG Menuju Level 6.400 dan Sentimen Pasar Modal

Pergerakan IHSG Menuju Level 6.400 dan Sentimen Pasar Modal

Bagaimana tanggapan pelaku industri otomotif seperti Indomobil JAC terhadap peluang ini?

Pihak penyedia kendaraan niaga melihat peluang ini dengan sangat optimistis. Reggie Kurnia selaku COO Indomobil JAC menegaskan bahwa potensi kendaraan listrik niaga untuk menembus pasar pertambangan sangat terbuka lebar. Pelaku industri otomotif siap mendukung kebutuhan ini dengan menyediakan unit kendaraan yang tangguh dan sesuai dengan karakteristik medan tambang di Indonesia. Optimisme ini didasari oleh komitmen kuat dari perusahaan tambang sendiri yang mulai menyadari bahwa investasi pada kendaraan listrik bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis jangka panjang untuk keberlangsungan bisnis mereka.

Bagaimana masa depan integrasi kendaraan listrik di sektor pertambangan Indonesia?

Keberhasilan integrasi kendaraan listrik di sektor tambang akan sangat bergantung pada kolaborasi antara penyedia kendaraan, perusahaan tambang, dan penyedia energi. Mengatasi keterbatasan infrastruktur seperti pasokan listrik dan jaringan bengkel memerlukan investasi bersama serta perencanaan matang. Jika tantangan logistik dan teknis ini dapat diatasi, industri pertambangan Indonesia tidak hanya akan menjadi lebih efisien secara finansial, tetapi juga mampu memimpin transformasi hijau yang sejalan dengan komitmen iklim global. Langkah awal yang optimistis ini menandai dimulainya era baru pertambangan yang lebih bersih dan berkelanjutan di tanah air.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

InfrastrukturESGKendaraan ListrikPertambangan

Berita Terbaru Lainnya

Rincian Pembangunan Off Ramp Ciawi Selatan untuk Mengurai Kemacetan BogorPergerakan IHSG Menuju Level 6.400 dan Sentimen Pasar ModalUang Operasional Rp 1 Miliar Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Raib Dibobol MalingSistem Lampu Lalu Lintas DKI Jakarta Diatur Manual Akibat Kebakaran Gedung BapendaPemerintah Targetkan Pembangunan 100 Titik Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ini untuk Keluarga PrasejahteraPengadilan Banding AS Minta Proyek Ballroom Gedung Putih Senilai Rp 7,16 Triliun DihentikanBank Jakarta Cetak Pemimpin Digital Melalui ODP Information Technology 2026Kisah Sukses Kopi Kapal Api dari Industri Rumahan Surabaya hingga Pasar Global

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

Afiliasi

Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 Persen

4 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Dampak Peningkatan Free Float Saham TPIA Menjadi 25,7 PersenAfiliasi 路 4 Agu 2026
  3. 3Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  4. 4Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  5. 5Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026