Pemerintah memastikan ketersediaan bawang merah untuk kebutuhan nasional berada dalam kondisi aman, sehingga surplus produksi kini didorong untuk memperluas pasar luar negeri. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan hal tersebut saat melepas pengiriman ekspor bawang merah asal Brebes menuju Thailand melalui fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS) pada Sabtu (12/9).
Zulhas menyatakan bahwa pemenuhan konsumsi domestik tetap menjadi prioritas utama. Setelah kebutuhan pasar dalam negeri tercukupi dan pasokan stabil, langkah ekspansi perdagangan ke negara mitra di kawasan regional mulai diakselerasi.
Peran Sentral Brebes dan Penetrasi Pasar ASEAN
Kabupaten Brebes memegang peran strategis dalam rantai pasok bawang merah nasional. Wilayah ini tercatat menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi bawang merah di Indonesia dan memenuhi sekitar 60 persen produksi di tingkat Jawa Tengah. Dengan luas tanam rutin yang berkisar antara 30.000 hingga 35.000 hektare, Brebes menghasilkan panen rata-rata mencapai 300.000 hingga 350.000 ton per tahun.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Kualitas komoditas dari sentra pertanian ini membuat bawang merah Brebes tidak hanya diminati oleh pasar Thailand. Di kawasan Asia Tenggara, produk hortikultura tersebut juga telah berhasil menembus pasar ekspor di negara tetangga lain, seperti Vietnam, Malaysia, dan Singapura.
Penyerapan Domestik dan Penguatan Produktivitas
Meski keran ekspor terus dibuka, Kementerian Koordinator Bidang Pangan memastikan keseimbangan antara ketersediaan barang dan stabilitas harga di pasar lokal akan terus dijaga secara ketat. Di sisi konsumsi domestik, penyerapan hasil panen petani turut diarahkan untuk mendukung pemenuhan bahan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Ke depan, pemerintah berfokus memperkuat tata kelola perbenihan dan peningkatan produktivitas lahan. Langkah ini mencakup upaya menekan ketergantungan terhadap bibit impor demi memastikan petani mandiri dalam menghasilkan bawang merah berstandar mutu ekspor secara berkelanjutan.






