PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) secara resmi menuntaskan proses pengambilalihan 5% kepemilikan saham pada PT Layar Nusantara Gas (PT LNG). Transaksi akuisisi saham strategis ini dijalankan oleh perseroan melalui anak usahanya, PT Raharja Gas Kasuri.
Pelaksanaan transaksi tersebut ditandai dengan penandatanganan Akta Jual Beli Saham di hadapan notaris pada tanggal 4 September 2026. Penandatanganan akta jual beli ini dilakukan oleh perwakilan PT Raharja Gas Kasuri bersama dengan pihak penjual, yakni Genting LNG Pte. Ltd.
Penandatanganan akta notarial pada awal September 2026 tersebut merupakan tahap penyelesaian akhir atau completion atas perjanjian pendahuluan berupa Share Sale and Purchase Agreement (SSPA) yang sebelumnya telah ditandatangani oleh kedua pihak pada tanggal 29 April 2026.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Kemitraan Strategis Operasional FLNG
Manajemen perseroan menjelaskan bahwa transaksi pembelian 5% saham PT LNG dilakukan dalam rangka mendorong pengembangan kegiatan usaha perseroan ke depan. Langkah ini merupakan bagian integral dari jalinan kemitraan strategis antara perseroan dengan grup Genting Berhad, khususnya dalam ruang lingkup pengembangan serta kegiatan operasional fasilitas Floating Liquefied Natural Gas (FLNG).
Terkait pengaruh transaksi terhadap kondisi internal perseroan, pihak manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan pengambilalihan saham ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap posisi keuangan maupun kelangsungan kegiatan usaha RAJA secara keseluruhan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Struktur Kepemilikan Saham RAJA
Sebagai catatan, RAJA merupakan emiten yang berada di bawah kendali pengusaha Hapsoro. Berdasarkan catatan struktur kepemilikan saham, Hapsoro menguasai perseroan secara langsung dengan porsi kepemilikan sebesar 27,52%.
Selain kepemilikan saham secara langsung, Hapsoro juga memegang kendali atas RAJA secara tidak langsung melalui entitas-entitas yang terafiliasi. Kepemilikan tidak langsung tersebut tercatat ditempatkan melalui PT Sentosa Bersama Mitra dengan porsi sebesar 35,73% serta PT Tirta Orisa Yasa dengan kepemilikan saham sebesar 12,38%.






