Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan rasa prihatin mendalam, doa, dan harapan terkait peristiwa hilangnya kontak lima jurnalis bersama tiga awak kapal di perairan Selat Sunda. Peristiwa tersebut terjadi ketika para awak media sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Atas nama pribadi dan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Erick berharap seluruh jurnalis dan awak kapal yang terdampak dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta orang-orang terkasih.
Lima nama jurnalis yang dilaporkan hilang kontak dalam penugasan tersebut antara lain M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dukungan untuk Operasi SAR Gabungan
Menanggapi situasi darurat ini, Erick Thohir turut mengapresiasi kesigapan Basarnas beserta seluruh unsur tim SAR gabungan yang terus beroperasi di lapangan. Pencarian saat ini terus dilakukan secara intensif dengan memperluas area penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda.
Operasi penyelamatan tersebut memperoleh dukungan terpadu dari personel TNI, Polri, jajaran pemerintah daerah, serta berbagai unsur lainnya. Menurut Erick, sinergi lintas instansi ini menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama untuk memaksimalkan proses pencarian seluruh korban.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di sisi lain, Erick menekankan pentingnya mengutamakan aspek keselamatan, baik bagi para korban maupun seluruh personel penyelamat yang bertugas. Ia mengingatkan bahwa operasi SAR berlangsung di perairan dengan kondisi alam dan aktivitas vulkanik yang masih memerlukan kewaspadaan tinggi, sehingga keselamatan tim di lapangan tidak boleh diabaikan.
Selain itu, Erick meminta agar seluruh informasi yang beredar di tengah masyarakat tetap akurat dan bersumber langsung dari otoritas resmi. Ia mengimbau publik untuk tidak memercayai maupun menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi agar tidak menambah beban kecemasan bagi keluarga korban.






