tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Eropa Terbelah soal Nuklir AS, Rusia Disebut Jadi Biang Kerok

Lidya RumbayanDiterbitkan 2 Sep 2026 - 00.28 路 1 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Eropa Terbelah soal Nuklir AS, Rusia Disebut Jadi Biang Kerok
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Perdebatan mengenai perluasan penempatan senjata nuklir Amerika Serikat kembali memicu friksi di internal pakta pertahanan NATO. Isu ini mencuat setelah para pejabat tinggi di Polandia menunjukkan sikap terbelah terkait peluang bergabung ke dalam skema nuclear sharing di tengah meningkatnya tensi geopolitik dengan Rusia.

Secara global, hanya sembilan negara yang memiliki program senjata nuklir mandiri, termasuk tiga anggota NATO yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis. Melalui skema nuclear sharing yang dibentuk sejak era Perang Dingin, lima anggota NATO lainnya鈥擝elgia, Jerman, Italia, Belanda, dan Turki鈥攖elah lama menjadi tuan rumah penempatan bom nuklir gravitasi B61 milik AS.

Silang Pendapat di Internal Polandia

Wacana keikutsertaan Polandia dalam skema penempatan hulu ledak tersebut memicu polemik terbuka di Warsawa. Wakil Menteri Pertahanan Polandia Pawel Zalewski menegaskan penolakannya terhadap rencana penempatan persenjataan nuklir di dalam negeri.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Zalewski menyatakan secara terbuka bahwa Polandia tidak berniat menampung hulu ledak nuklir AS di wilayah kedaulatannya. Sikap tersebut langsung menuai kritik dari Marcin Przydacz, Kepala Biro Kebijakan Internasional untuk Presiden Karol Nawrocki. Przydacz menilai pernyataan kementerian pertahanan tersebut bertentangan dengan kebutuhan pertahanan Polandia dan menegaskan bahwa Warsawa justru menginginkan keberadaan hulu ledak nuklir di wilayahnya.

Faktor Ancaman Rusia dan Opsi F-35

Dorongan bergabungnya Polandia ke dalam skema nuklir tidak terlepas dari posisi geografisnya yang rentan sejak pecahnya perang Rusia-Ukraina. Sejumlah insiden menunjukkan drone dan rudal Rusia sempat memasuki wilayah kedaulatan Polandia. Selain itu, wilayah Polandia tercatat berada dalam radius jangkauan langsung sistem rudal Iskander milik Rusia yang ditempatkan di Kaliningrad dan Belarus.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Secara postur militer, Polandia saat ini memiliki kekuatan angkatan bersenjata terbesar ketiga di NATO setelah Amerika Serikat dan Turki. Negara ini juga mengalokasikan anggaran pertahanan yang cukup besar, yakni sekitar 4,3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Sebagai jalan keluar dari perdebatan penempatan hulu ledak, analis pertahanan Lukasz Kulesa menilai ada opsi alternatif yang dinilai minim risiko. Langkah tersebut dilakukan dengan menyertifikasi armada jet tempur F-35 serta melatih pilot militer Polandia untuk kesiapan misi nuklir NATO, tanpa perlu menempatkan bom nuklir secara fisik di daratan Polandia.

Sumber: CNBC Indonesia

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Rusia

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap