Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta menyaring informasi dengan hanya berpatokan pada laporan resmi pemerintah dan instansi berwenang.
Arahan tersebut disampaikan Mirza saat memantau perkembangan situasi terkini bersama Pangdam XXI Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Kepolisian Daerah Lampung, BMKG, serta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah terkait. Koordinasi lintas sektor ini mencakup pembaruan laporan dari Pusdalops BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, hingga Dinas Pendidikan.
Berdasarkan data pemantauan, rangkaian aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terdeteksi mulai Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 24.00 WIB dan berlanjut sepanjang Sabtu (5/9/2026) dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Meski sempat berhenti pada Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB, erupsi kembali terpantau aktif pada rentang pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Secara visual, kawasan Gunung Anak Krakatau terpantau tertutup kabut dengan asap kawah yang tidak teramati. Cuaca di sekitar lokasi dilaporkan berawan dengan embusan angin lemah menuju timur laut dan barat laut. Akibat arah angin pada periode pemantauan sebelumnya, abu vulkanik bergerak mengarah ke barat daya dan sedikit ke barat laut.
Rekomendasi Keselamatan dan Radius Bahaya
Pemerintah menetapkan larangan aktivitas bagi masyarakat maupun wisatawan di sekitar Gunung Anak Krakatau dalam radius bahaya 3 hingga 5 kilometer. Warga yang berada di kawasan terdampak sebaran abu juga disarankan mengurangi mobilitas di luar ruangan.
Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker atau pelindung pernapasan sangat dianjurkan guna menghindari gangguan kesehatan akibat partikel abu vulkanik. Di area permukiman, masyarakat diimbau menutup rapat celah ventilasi, jendela, dan pintu rumah, serta segera mendatangi fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan atau gangguan mata.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Selain Gunung Anak Krakatau, otoritas terkait saat ini turut memantau aktivitas sejumlah gunung api aktif lain di Indonesia, seperti Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-laki, dan Gunung Sinabung.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui BPBD terus menyampaikan pembaruan berkala perkembangan aktivitas vulkanik setiap hari, salah satunya melalui grup informasi resmi pada pukul 18.00 WIB dan akun Instagram resmi @bpbdlampung.






