PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh operasional perjalanan kereta api (KA) tetap berjalan aman dan terkendali menyusul terjadinya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Seluruh jadwal perjalanan kereta api dipastikan tetap beroperasi sesuai jadwal dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan bahwa perseroan berpegang teguh pada standar operasional yang ketat dalam menghadapi dinamika kondisi alam. KAI memiliki sistem manajemen keselamatan yang menjadi pedoman utama dalam menjalankan seluruh operasional perjalanan kereta api di berbagai wilayah.
Koordinasi dengan BMKG dan PVMBG
Untuk memantau situasi terkini secara berkala, KAI terus melakukan pengawasan intensif dan menjalin koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Koordinasi ini melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selaku lembaga yang berwenang melakukan pemantauan aktivitas gunung api di Indonesia.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tercatat terjadi pada 4 September 2026 pukul 22.03 WIB. Aktivitas vulkanik tersebut terekam pada stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 19 mm serta durasi sekitar 29 detik. Selanjutnya, hingga data 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG menyampaikan belum terdapat kenaikan muka air laut yang signifikan akibat erupsi tersebut.
Layanan Kereta Api Berjalan Sesuai Jadwal
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi kondisi tersebut, seluruh perjalanan kereta api dipastikan tetap beroperasi dengan mengedepankan faktor keamanan dan keselamatan. Khusus untuk layanan KA Bandara, operasionalnya juga dilaporkan tetap berjalan sesuai dengan kondisi terkini.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

KAI mengimbau seluruh masyarakat dan calon penumpang untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terverifikasi. Masyarakat disarankan untuk selalu memantau dan mengacu pada informasi resmi yang dirilis oleh BMKG, PVMBG, maupun kanal komunikasi resmi milik KAI.






