Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengkaji kesiapan minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) demi mendukung penerapan kebijakan biodiesel B60 yang direncanakan berjalan pada 2027.
Langkah evaluasi ini merespons arahan Presiden Prabowo Subianto. Saat peluncuran B50, Presiden menyampaikan bahwa program B60 ditargetkan untuk dapat diimplementasikan pada tahun berikutnya. Dalam rencananya, penerapan B60 tersebut akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup skema mandatori Public Service Obligation (PSO) maupun sektor non-PSO.
Konsolidasi Pasokan dan Komponen FAME
Untuk merealisasikan target tersebut, Yuliot menyampaikan bahwa pemerintah perlu melakukan konsolidasi terkait ketersediaan pasokan CPO di sektor hulu. Konsolidasi ini melibatkan pemetaan mengenai perlunya penambahan penanaman baru atau pelaksanaan langkah-langkah terarah guna meningkatkan produktivitas CPO yang ada.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Kesiapan pasokan bahan baku menjadi hal krusial mengingat industri membutuhkan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dalam jumlah memadai. FAME sendiri bertindak sebagai komponen utama sekaligus zat aktif dalam produk biodiesel, yang berfungsi untuk menggantikan atau menjadi campuran bahan bakar solar fosil.
Opsi Penambahan HVO dan Kajian BPDPKS
Di samping pasokan FAME, pemerintah mengkaji formulasi bahan bakar untuk B60. Salah satu opsi pertimbangan teknis yang dibahas adalah kemungkinan menambahkan 10 persen Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) ke dalam komposisi FAME yang sebelumnya telah digunakan pada B50.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Namun, pemanfaatan HVO menghadapi tantangan dari segi keekonomian. Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi menjelaskan bahwa harga HVO saat ini berkisar antara 1,5 hingga 2 kali lipat lebih tinggi dibandingkan harga FAME, sehingga berbagai tahapan pengujian teknis saat ini baru dimulai.
Sebagai bagian dari persiapan menyeluruh, Eniya meminta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk melaksanakan kajian komprehensif terkait FAME bagi pengembangan bahan bakar B60. Kajian dari BPDPKS tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026 guna memastikan kesiapan implementasi pada 2027.






