Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengumumkan rencana revitalisasi Galeri Nasional Indonesia di Jakarta Pusat. Pengumuman tersebut disampaikan saat membuka pameran seni rupa bertajuk "Nasirun (1965-2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru Mengabulkan Keinginan Nasirun yang Belum Sempat Terwujud" pada Sabtu (12/9/2026) malam.
Fadli Zon menyatakan bahwa pameran penghormatan bagi mendiang perupa Nasirun tersebut merupakan pameran terakhir sebelum proses revitalisasi Galeri Nasional dimulai. Pameran ini dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih satu bulan sebelum pengerjaan penataan ulang dilakukan agar fasilitas gedung menjadi lebih representatif.
Perluasan Ruang Pamer dan Koleksi Istana
Politikus Partai Gerindra tersebut menjelaskan bahwa revitalisasi Galeri Nasional bertujuan memperluas area ruang pamer sekaligus menyediakan fasilitas khusus untuk pameran tetap. Ke depan, Gedung A disiapkan untuk menjadi ruang pameran tetap koleksi nasional, termasuk koleksi Istana Kepresidenan yang akan ditampilkan secara permanen di lokasi tersebut.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Pembukaan pameran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo serta ulama sekaligus budayawan KH. D. Zawawi Imron. Acara ini diselenggarakan oleh kurator dan pegiat seni sebagai upaya mewujudkan impian Nasirun yang belum tuntas semasa hidupnya, yaitu memamerkan karya-karyanya bersanding langsung dengan karya para gurunya.
Amanat Konstitusi dan Kenangan atas Nasirun
Dalam sambutannya, Fadli Zon juga mengenang kepergian Nasirun yang dinilainya sangat mendadak. Beberapa hari sebelum pembukaan pameran di Jakarta, Fadli Zon menyempatkan diri hadir dalam kegiatan peringatan 40 hari berpulangnya mendiang perupa tersebut di kediamannya di Yogyakarta.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Fadli Zon turut menegaskan komitmen pemerintah dalam pemajuan kebudayaan dengan merujuk pada amanat Pasal 32 UUD 1945. Konstitusi mengamanatkan bahwa negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kemerdekaan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.






