Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menawarkan portofolio 37 proyek investasi dengan estimasi nilai mencapai Rp115 triliun kepada kalangan investor domestik maupun global melalui ajang Jakarta Investment Festival (JIF) 2026. Langkah ini diambil di tengah fase transformasi Jakarta yang tengah menuju usia lima abad dan bersiap memperkuat posisinya sebagai kota berskala global.
Inisiatif penjaringan investasi tersebut mendapat dukungan penuh dari Anggota MPR dari DPD RI Dapil DKI Jakarta, Fahira Idris. Ia menilai pelibatan modal swasta menjadi instrumen penting untuk memacu pertumbuhan infrastruktur perkotaan tanpa harus membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Portofolio Strategis dan Efisiensi Fiskal Daerah
Paket investasi bernilai ratusan triliun rupiah yang disiapkan Pemprov DKI mencakup ragam sektor strategis. Portofolio tersebut meliputi pembangunan hunian dan perhotelan, kawasan komersial dan terpadu, kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD), fasilitas olahraga dan rekreasi, kawasan industri dan logistik, infrastruktur utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan tepi air (waterfront development).
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Fahira menegaskan bahwa pembiayaan pembangunan melalui kemitraan investor dengan skema yang sehat dan akuntabel memberi ruang napas bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan masuknya modal non-pemerintah pada proyek-proyek komersial dan infrastruktur utama, kapasitas fiskal daerah dapat tetap diprioritaskan untuk pemenuhan layanan dasar masyarakat, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan program perlindungan sosial.
Menurutnya, Jakarta membutuhkan investasi berkualitas yang tidak hanya menghadirkan modal finansial semata, tetapi juga membawa alih teknologi, keahlian mutakhir, inovasi tata kota, serta percepatan perbaikan kualitas hidup warga.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Dorongan Partisipasi Pelaku Usaha Lokal dan UMKM
Keberadaan 37 proyek yang tersebar di berbagai kawasan Jakarta tersebut diproyeksikan memberi efek berganda (multiplier effect) ke berbagai lini usaha, mulai dari sektor konstruksi, jasa, perdagangan, logistik, pariwisata, hingga industri kreatif dan rantai pasok material.
Agar dampak ekonomi dirasakan merata, realisasi investasi ini diharapkan tidak bersifat eksklusif. Fahira mendorong agar pelaksanaan proyek-proyek strategis tersebut membuka ruang keterlibatan yang luas bagi tenaga kerja lokal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, pelaku ekonomi kreatif, serta pemasok dalam negeri guna memperkuat ketahanan ekonomi kawasan secara menyeluruh.






