Peristiwa hilangnya seorang atlet golf bernama Jesslyn Wijaya yang berusia 34 tahun sempat memicu perhatian publik setelah dilaporkan sebagai kasus dugaan penculikan di kawasan Jakarta Pusat. Kejadian yang pada awalnya dipenuhi tanda tanya ini perlahan terungkap melalui penyelidikan pihak kepolisian dan pelacakan jejak perjalanan. Kasus ini bermula dari sebuah laporan resmi mengenai hilangnya sang atlet secara misterius, yang pada akhirnya diketahui bahwa Jesslyn ternyata dibawa oleh orang-orang suruhan ibunya sendiri. Penelusuran kronologi dan fakta-fakta di lapangan memberikan gambaran utuh mengenai bagaimana peristiwa ini terjadi, mulai dari malam kejadian hingga terungkapnya rute perjalanan lintas negara.
Kronologi dugaan penculikan Jesslyn Wijaya dilaporkan terjadi pada Senin malam, 13 Juli 2026. Pada malam tersebut, Jesslyn dijadwalkan untuk menghadiri perayaan ulang tahun neneknya. Calon suami Jesslyn yang bernama Evan sempat mengantar sang atlet ke sebuah restoran yang menjadi lokasi perayaan untuk memberikan kue ulang tahun. Berdasarkan keterangan yang ada, komunikasi antara Evan dan Jesslyn masih berlangsung dengan baik pada awal malam. Evan diketahui masih berkomunikasi dengan calon istrinya tersebut hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, situasi berubah drastis beberapa jam kemudian ketika Evan mulai tidak dapat menghubungi Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB.
Kehilangan kontak tersebut memicu pencarian dan pengumpulan informasi dari lokasi kejadian. Keterangan dari saksi-saksi di restoran menyebutkan bahwa Jesslyn diculik oleh orang yang tidak dikenal. Kesaksian di lokasi memaparkan rincian yang mengkhawatirkan, di mana saksi menyebutkan bahwa mata Jesslyn diikat, mulutnya dibekap, dan ia digendong secara paksa untuk dimasukkan ke dalam sebuah mobil. Menindaklanjuti informasi insiden tersebut, pihak kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara atau olah TKP. Hasil penelusuran dari pihak kepolisian di lokasi kejadian menunjukkan bahwa tidak ada kamera pengawas atau CCTV di restoran tersebut, yang sempat menjadi kendala dalam mengumpulkan bukti jejak digital dan rekaman visual peristiwa secara langsung.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Di tengah situasi hilangnya Jesslyn, Evan memanfaatkan jejak digital untuk melakukan upaya pelacakan secara mandiri melalui teknologi sinyal ponsel. Menurut keterangan Evan, sinyal dari telepon seluler milik Jesslyn masih memancar dan terlacak berada di rumah orang tuanya yang berlokasi di kawasan Ancol, Puri Jimbaran. Pemanfaatan pelacakan lokasi ini memberikan petunjuk awal mengenai keberadaan sang atlet. Proses pencarian ini juga didampingi oleh kuasa hukum Evan, yaitu Andi Darti. Sementara itu, laporan resmi mengenai dugaan penculikan ini diajukan ke pihak berwajib oleh seseorang berinisial NA, yang merupakan teman dari Jesslyn. Laporan tersebut masuk ke jajaran Polres Metro Jakarta Pusat agar pihak kepolisian dapat segera mengambil langkah investigasi yang diperlukan.
Penyelidikan yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, perlahan membuka titik terang melalui penelusuran data. Melalui pemeriksaan data manifes penerbangan, jejak perjalanan Jesslyn berhasil dipetakan secara akurat. Jesslyn diketahui berada di Semarang, Jawa Tengah, sebelum akhirnya terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada hari Selasa, 14 Juli 2026. Rute perjalanannya berlanjut dengan naik pesawat dari Bandara Ahmad Yani menuju Malaysia, dan kemudian dilanjutkan kembali penerbangannya menuju Bangkok. Berdasarkan data manifes penerbangan tersebut, pihak berwenang mengetahui bahwa Jesslyn berangkat ke luar negeri bersama ibu dan tantenya.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Fakta bahwa Jesslyn pergi bersama anggota keluarganya mengubah arah penyelidikan kasus ini. Pihak kepolisian menduga bahwa sang ibu tidak menyetujui hubungan Jesslyn dengan kekasihnya ataupun dengan teman-temannya, sehingga ia menyewa orang suruhan untuk membawa putrinya dari restoran di Jakarta Pusat tersebut. Mengingat fakta-fakta baru yang ditemukan di lapangan serta data manifes penerbangan yang menunjukkan bahwa Jesslyn berada di luar negeri bersama keluarganya, pelapor berinisial NA akhirnya mengambil keputusan terkait langkah hukum yang telah ditempuh. Teman Jesslyn tersebut secara resmi mencabut laporan dugaan penculikan di Polres Metro Jakarta Pusat, yang sekaligus memberikan kejelasan atas status hilangnya atlet golf berusia 34 tahun tersebut.






