Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pergerakan positif pada perdagangan Kamis, 30 Juli 2026. Indeks saham domestik ini berhasil berbalik arah setelah mengalami pelemahan selama enam hari perdagangan berturut-turut. Pada pukul 10.10 WIB, IHSG telah mencapai level 6.158,56, yang berarti naik 1,1% dari posisi penutupan sebelumnya di angka 6.091,38. Sepanjang sesi pagi, pergerakan indeks berada dalam rentang 6.106 hingga 6.168.
Total nilai transaksi di bursa mencapai sekitar Rp 4,38 triliun dengan volume saham yang diperdagangkan menyentuh 9,82 miliar lembar. Mayoritas saham berada di zona hijau, di mana 471 emiten mengalami kenaikan, 152 saham terkoreksi, dan 153 saham tidak mengalami perubahan harga. Saham-saham yang paling banyak diperjualbelikan oleh investor antara lain TPIA, BBCA, BBRI, BUMI, serta BMRI.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Hampir seluruh sektor perdagangan berkontribusi pada kenaikan IHSG, kecuali sektor utilitas dan kesehatan yang justru melemah. Sektor barang baku, konsumer, dan finansial memimpin dengan lonjakan yang paling tajam. Kinerja indeks ini juga ditopang oleh saham-saham unggulan (blue chip) seperti Bank Central Asia (BBCA), Telkom Indonesia (TLKM), Bank Mandiri (BMRI), Amman Mineral (AMMN), dan Bank Negara Indonesia (BBNI).
Dari sisi global, pasar merespons keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50-3,75%. Keputusan tersebut memicu perbedaan pandangan terluas di antara para pejabat The Fed sejak 2016. Bersamaan dengan itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun naik 10 basis poin hingga melampaui level 5,2%, mencetak rekor tertinggi sejak 2007. Di samping itu, data inflasi PCE AS untuk bulan Juni diproyeksikan tumbuh sebesar 3,7% secara tahunan.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kondisi pasar turut dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah setelah sebuah kapal tanker gas milik AS diserang menggunakan drone di Mesir. Insiden ini berlanjut pada aksi saling serang rudal yang melibatkan Iran, militer AS, dan Arab Saudi. Memanasnya situasi tersebut menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 7,9% menjadi US$ 90,74 per barel, sementara minyak WTI naik 6,56% ke level US$ 84,46 per barel. Pada bursa saham global, saham Microsoft melesat 8% berkat kuatnya bisnis komputasi awan Azure. Sebaliknya, saham Meta Platforms merosot 7% akibat lemahnya proyeksi pendapatan dan tingginya beban biaya investasi. Dari dalam negeri, sentimen ekonomi juga diwarnai oleh pembukaan pameran otomotif GIIAS 2026 di ICE BSD.






