Tradisi perayaan Janmashtami di kawasan Mominpore, Kolkata, yang selama puluhan tahun dikenal sebagai simbol kerukunan lintas agama, mengalami pergeseran drastis pada penyelenggaraan tahun ini. Agenda keagamaan yang memasuki pelaksanaan ke-58 tersebut kini dikelola secara eksklusif oleh komunitas Hindu, memutus keterlibatan warga Muslim yang sebelumnya memegang peran sentral dalam kepanitiaan.
Perubahan arah perayaan ini ditegaskan oleh Rakesh Singh, politisi Partai Bharatiya Janata (BJP) yang sempat kalah dalam pemilihan di daerah pemilihan Port. Mengklaim posisi sebagai presiden sekaligus ketua komite penyelenggara, Singh menyatakan bahwa perayaan Janmashtami tahun ini sepenuhnya diambil alih oleh umat Hindu.
Menurut Singh, ritual keagamaan tersebut harus dijaga kemurnian pelaksanaannya. Ia menegaskan bahwa Janmashtami merupakan festival milik umat Hindu dan wajib diselenggarakan oleh kalangan internal sendiri. Kendati warga dari latar belakang keyakinan lain tetap diperbolehkan datang berkunjung, Singh mengkritik pandangan mantan Ketua Menteri Mamata Banerjee yang kerap menarasikan bahwa setiap festival adalah milik semua kalangan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Langkah perombakan kepanitiaan tersebut menyusul instruksi dari organisasi Vishwa Hindu Parishad (VHP) sekitar sepekan sebelumnya. VHP meminta pihak penyelenggara memastikan kesucian spiritual acara dengan melarang sajian makanan non-vegetarian serta mewajibkan penerapan budaya Hindu secara ketat di area inti kegiatan.
Di sisi lain, perombakan total ini menuai kekecewaan mendalam dari tokoh komunitas setempat. Sejarah perayaan Janmashtami di Mominpore sendiri berakar dari inisiatif seorang pekerja sosial Muslim bernama Md Kashim sekitar enam dekade silam.
Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Fungsionaris senior Trinamool, Mohammed Alam, mengungkapkan keprihatinannya atas penghapusan seluruh keterlibatan warga Muslim. Sejak 2011, kepanitiaan beranggotakan sekitar 20 orang dengan komposisi separuhnya berasal dari komunitas Muslim. Namun, seluruh anggota Muslim tersebut kini telah disingkirkan dari struktur kepanitiaan, situasi yang oleh salah satu penyelenggara di lokasi digambarkan menyerupai sebuah "aktivitas pembersihan".






