PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan paket bantuan kemanusiaan senilai Rp2,5 miliar untuk mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan warga pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas bersama perwakilan karyawan asal NTT kepada Gubernur NTT Melki Laka Lena di Kantor Gubernur, Kota Raja, Kupang, pada Selasa (1/9). Sebagian logistik darurat seberat 1,5 ton dibawa langsung menggunakan pesawat untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Alokasi bantuan tersebut akan menjangkau sejumlah wilayah terdampak bencana, termasuk Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Manggarai Timur. Sumber pendanaan tidak hanya berasal dari kas perusahaan, melainkan juga hasil penggalangan donasi karyawan lintas wilayah operasional鈥攕eperti Tembagapura, Kuala Kencana, Nabire, Gresik, dan Jakarta鈥攎elalui gerakan #PTFIPeduliNTT, dengan skema pelipatgandaan donasi dua kali lipat oleh manajemen perusahaan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Penyaluran Logistik, Hunian, dan Layanan Medis
Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, PTFI bermitra dengan sejumlah lembaga kemanusiaan. Melalui Human Initiative, disalurkan 700 paket bantuan yang terdiri dari bedding kit, personal hygiene kit, dan shelter kit, serta dukungan pembangunan lima unit hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat.
Sementara itu, kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) mencakup pembagian 300 paket sembako, 300 hygiene kit, 300 shelter kit, dan 300 bedding kit. PTFI turut memfasilitasi pengiriman logistik dari Dana Kemanusiaan Kompas berupa sekitar 70 boks makanan kaleng dan obat-obatan dengan berat total mendekati 1 ton.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Di sektor kesehatan darurat, PTFI menerjunkan tim Emergency Preparedness & Response (EP&R), dokter, dan paramedis asal Timika yang bergabung dalam tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM. Enam personel evakuasi dan medis tersebut bertugas sejak 22 hingga 31 Agustus 2026 di berbagai titik terdampak di Flores, seperti Kampung Wae Malang, Haju Wangi, Liang Dalo, Golo Wontong, dan Waso, dengan total penanganan mencapai hampir 500 pasien.






