tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIALPopuler
Beranda/Afiliasi

Gara-Gara Serangan Amerika Serikat, Iran Beri Sinyal Pertimbangkan Kepemilikan Bom Nuklir

Fitri LimbongDiterbitkan 25 Agu 2026 - 01.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gara-Gara Serangan Amerika Serikat, Iran Beri Sinyal Pertimbangkan Kepemilikan Bom Nuklir
Foto/Ilustrasi: CNBC Indonesia
A-A+

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Teheran memberikan sinyal terbuka mengenai kemungkinan peninjauan kembali doktrin pertahanannya. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengindikasikan bahwa pemerintahnya berpeluang mempertimbangkan kepemilikan senjata nuklir menyusul serangkaian serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat ke wilayah Iran.

Rezaei, yang merupakan mantan Panglima Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC), berargumen bahwa rentetan serangan militer dari Washington tersebut secara langsung memperkuat alasan bagi Teheran untuk memiliki bom atom sebagai langkah pertahanan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini Teheran belum mengeluarkan keputusan final yang menyatakan bahwa pembuatan senjata pemusnah tersebut telah resmi dimulai.

Dampak Serangan Militer AS dan Evaluasi Doktrin Keamanan di Teheran

Dalam pernyataannya di Teheran, Rezaei menyoroti efektivitas kerangka hukum internasional yang selama ini ditaati oleh negaranya. Ia menyatakan bahwa tindakan Washington telah membuktikan bahwa kepatuhan pada sistem non-proliferasi nuklir global ternyata hanya memberikan sedikit perlindungan dari serangan militer nyata terhadap kedaulatan Iran.

Menurut Rezaei, situasi keamanan yang dihadapi Iran pascaserangan tersebut menuntut evaluasi mendalam atas postur pertahanan nasional. Ketiadaan jaminan keamanan bagi negara yang patuh pada perjanjian internasional dinilai menjadi pemicu utama di balik pertimbangan Teheran untuk beralih ke opsi kepemilikan senjata nuklir.

Baca Juga

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Riwayat Kepatuhan NPT dan Kegagalan Kesepakatan JCPOA

Iran tercatat memiliki rekam jejak panjang dalam kerja sama internasional terkait pengawasan nuklir. Selain telah bergabung dengan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT), Teheran juga sempat menerima dan menjalankan kesepakatan nuklir tahun 2015 atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Namun, komitmen tersebut runtuh setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kesepakatan JCPOA secara sepihak pada masa jabatan pertamanya.

Rezaei menegaskan bahwa tingkat pengamanan dan inspeksi yang telah diterapkan di berbagai fasilitas nuklir Iran selama dua dekade terakhir merupakan pengawasan yang belum pernah terjadi di tempat lain di dunia. Terlepas dari keterbukaan dan kepatuhan penuh yang telah ditunjukkan Teheran selama dua puluh tahun tersebut, tekanan dan ancaman militer dari pihak luar tetap berlanjut.

Perbandingan Efektivitas Biaya Nuklir dan Jet Tempur F-35

Dari perspektif kalkulasi pertahanan, Rezaei menjelaskan bahwa pengembangan senjata nuklir dapat memberikan efisiensi yang lebih tinggi bagi anggaran negara. Ia memaparkan bahwa memiliki senjata nuklir bisa menjadi langkah yang jauh lebih murah dan lebih efektif jika dibandingkan dengan keharusan membeli serta mengoperasikan ratusan unit jet tempur F-35, yang disertai pengeluaran dana dalam jumlah sangat besar untuk berbagai kemampuan militer lainnya.

Baca Juga

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Kru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut Jawa

Rezaei juga secara langsung menyalahkan Donald Trump atas rusaknya tatanan pembatasan persenjataan di tingkat internasional. Kebijakan militer yang diambil oleh Trump dinilai telah merusak sistem non-proliferasi global secara lebih luas dan memicu ketidakpastian keamanan bagi negara-negara di dunia.

Kebuntuan Diplomasi Pascaperang dan Tekanan Ekonomi di Washington

Saat ini, jalur diplomasi pascaperang serta berbagai upaya perundingan gencatan senjata dilaporkan telah terhenti secara total. Di sisi lain, para pembuat kebijakan di Washington mulai mengalihkan fokus strategi mereka ke arah penerapan tekanan ekonomi yang intensif terhadap Iran.

Merespons kebuntuan tersebut, Rezaei mengeluarkan peringatan tegas mengenai langkah lanjutan yang akan diambil oleh negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran siap mengambil langkah menuju strategi militer yang ofensif penuh apabila seluruh saluran diplomasi internasional pada akhirnya terbukti gagal memberikan solusi dan jaminan keamanan yang nyata.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

IranAmerika Serikat

Berita Terbaru Lainnya

IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah SaksiBisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum KoalisiSerda Ahmad Tewas Dianiaya, Anggota DPR, Kekerasan di TNI Harus DihilangkanAsing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSGKru KM Virgo Telepon Ibu Sebelum Kapal Terbalik di Laut JawaNestapa Sopir Travel Dibunuh OPM Usai Dipaksa Dukung Papua MerdekaPecah Rekor Sitaan Duit saat KPK OTT Perkara Tanah Capai Rp 106,3 Miliar

Paling Banyak Dibaca

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

Ekonomi Kreator

Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah Mengikutinya

24 Agu 2026

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

Keuangan

Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJK

25 Agu 2026

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

Digital Economy & Earning

Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras Rekening

12 Agu 2026

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

Ekonomi & Bisnis

Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9

1 Sep 2026

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

Layanan Publik

Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju Lembar

13 Agu 2026

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

Investasi

Pergerakan IHSG 12 Agustus 2026, Aksi Beli Bersih Asing Rp326 Miliar dan Daftar Saham Pilihan

12 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Kebijakan Baru TikTok Creator Rewards Program di Indonesia, Syarat dan Langkah MengikutinyaEkonomi Kreator 路 24 Agu 2026
  2. 2Panduan Cek Legalitas Fintech Lending Resmi Melalui Kontak WhatsApp OJKKeuangan 路 25 Agu 2026
  3. 3Waspada Penipuan Modus Like dan Subscribe YouTube yang Menguras RekeningDigital Economy & Earning 路 12 Agu 2026
  4. 4Xpeng Bukukan 937 SPK di GIIAS Tangerang, Menkeu Purbaya Ikut Pakai X9Ekonomi & Bisnis 路 1 Sep 2026
  5. 5Insiden Kebakaran KMP Putri Yasmin di Rute Penyeberangan Padangbai menuju LembarLayanan Publik 路 13 Agu 2026

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisEkonomi DigitalEkonomiNasionalHukumBeritaAfiliasiEkonomi KreatorAplikasiWaspada PenipuanBPJS KESEHATANBANTUAN SOSIAL

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap