PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) memproyeksikan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) investasi hingga akhir 2026 dapat mencapai sekitar Rp12 triliun. Alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk mendanai pengerjaan lima proyek jalan tol baru yang tengah digarap perseroan secara bertahap di berbagai wilayah strategis.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa realisasi serapan capex perseroan hingga September 2026 telah menyentuh angka Rp4,4 triliun. Penyerapan modal ini mengalir langsung ke tahapan konstruksi dan uji coba sejumlah ruas utama yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Rincian Progres 5 Proyek Tol Baru
Salah satu proyek prioritas yang tengah memasuki fase akhir penyelesaian adalah Jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan. Ruas tol ini dirancang untuk terintegrasi langsung dengan jaringan Tol Purbaleunyi serta Tol JORR II guna mengurai kepadatan lalu lintas.
Proyek kedua yakni pembangunan Tol Akses Patimban sepanjang 14 kilometer. Konstruksi jalan tol yang menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban perseroan ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada 2028.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pada proyek ketiga, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, pengerjaan Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo telah memasuki tahap penyelesaian dan diharapkan mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada akhir September 2026. Di koridor yang sama, Seksi 6 Ambarawa-Bawen sedang menjalani fase uji laik dan operasi dengan target operasional pada akhir 2026.
Untuk proyek keempat, yakni Jalan Tol Yogyakarta-Solo, segmen Kartosuro-Palur tercatat sudah beroperasi melayani masyarakat. Saat ini, segmen Purwomartani-Maguwoharjo masih berada dalam tahap konstruksi fisik, sedangkan segmen Ring Road Sleman dipatok beroperasi pada 2027 mendatang.
Proyek kelima adalah Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) dengan total panjang 49,68 kilometer. Pada ruas ini, Seksi 3 Paiton-Besuki telah selesai dibangun, dan perseroan menargetkan persiapan operasional dapat berlangsung antara akhir 2026 hingga awal 2027.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kinerja Keuangan Semester I/2026
Ekspansi infrastruktur tersebut ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang tetap mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang semester I/2026. Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun, atau naik 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Capaian pendapatan tersebut didorong oleh pendapatan tol yang mencapai Rp9,5 triliun (naik 6,8 persen yoy) serta pendapatan usaha lain yang melesat 17,6 persen yoy menjadi Rp798,2 miliar. Pertumbuhan di seluruh lini bisnis ini turut mengerek laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp1,91 triliun, tumbuh 2 persen yoy.






