Klaim penemuan cadangan emas raksasa pernah mengguncang industri pertambangan dunia pada era 1990-an. Perusahaan tambang asal Kanada, Bre-X, sempat menghebohkan publik saat mengumumkan temuan gunung emas seberat 53 juta ton di kawasan pedalaman Busang, Kalimantan Timur.
Kabar tersebut bermula pada tahun 1993, ketika tim ahli geologi Bre-X menempuh perjalanan 12 hari melintasi hutan tropis Kalimantan Timur. Eksplorasi ini didasarkan pada klaim ahli geologi John Felderhof yang menyatakan wilayah Busang kaya akan kandungan emas. Informasi temuan cadangan bernilai fantastis itu seketika melambungkan pamor Bre-X di pasar modal internasional. Menurut laporan BBC International, valuasi perusahaan yang awalnya tergolong kecil melesat tajam hingga mencapai kisaran Rp7 triliun.
Keterlibatan Pemodal dan Verifikasi Lapangan
Euforia emas Busang kemudian menarik perhatian berbagai kalangan di dalam negeri. Berdasarkan laporan investigasi Tempo (30 November 1998), pengusaha Bob Hasan pada tahun 1997 mengakuisisi 50 persen saham PT Askatindo Karya Mineral dan PT Amsya Lina, dua entitas yang menguasai konsesi penambangan Busang I dan Busang II. Di samping itu, pihak Bre-X juga membujuk Sigit Harjojudanto dengan tawaran dana sebesar US$1 juta per bulan agar perusahaannya, PT Panutan Daya, bersedia menjadi konsultan di proyek Busang.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Guna memastikan keabsahan klaim serta mewakili kepentingan pemerintah, Presiden Soeharto menunjuk PT Freeport-McMoran sebagai mitra Bre-X. PT Freeport-McMoran lantas memberlakukan prosedur verifikasi lapangan yang ketat untuk meneliti langsung batuan dan struktur tanah di lokasi tersebut.
Misteri Kematian dan Kebohongan yang Terbongkar
Tepat pada 19 Maret 1997, saat proses uji petik dan verifikasi berlangsung, Direktur Eksplorasi Bre-X, Michael de Guzman, dilaporkan hilang. Ia dikabarkan tewas bunuh diri dengan melompat dari helikopter dalam penerbangan rute Samarinda menuju Busang.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Kematian de Guzman menyisakan tanda tanya besar. Jurnalis investigasi Bondan Winarno yang menelusuri kasus ini hingga ke Kanada menyimpulkan bahwa jenazah yang ditemukan petugas bukanlah Michael de Guzman. Perbedaan ciri-ciri fisik pada jasad menguatkan dugaan bahwa sang direktur sebenarnya masih hidup dan sengaja disembunyikan untuk menghindari jerat hukum.
Di saat yang sama, hasil uji laboratorium yang dirilis PT Freeport-McMoran bersama sejumlah peneliti independen mengonfirmasi bahwa batuan dan tanah Busang periode 1995–1997 sama sekali tidak mengandung emas. Temuan bahwa proyek tambang tersebut merupakan penipuan besar seketika meruntuhkan harga saham Bre-X di bursa efek. Kejatuhan instrumen investasi ini memicu kemarahan para pemegang saham, yang bahkan sempat menyandera pimpinan Bre-X, David Walsh, demi menuntut pengembalian dana mereka.






