Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data gempa bumi di wilayah Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dari estimasi awal magnitudo 5,9 menjadi M 6,5. Peristiwa ini dipastikan sebagai gempa bumi dalam yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan dalam lempeng atau intraslab.
Episenter gempa terletak pada koordinat 5,24掳 Lintang Selatan dan 106,78掳 Bujur Timur, tepatnya di laut pada jarak 69 kilometer arah timur laut Kepulauan Seribu dengan kedalaman hiposenter mencapai 368 kilometer. BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Mekanisme Sumber dan Karakteristik Intraslab
Hasil analisis mekanisme sumber yang dirilis BMKG menunjukkan perambatan gempa dipicu oleh mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal). Fenomena intraslab terjadi akibat pecahnya batuan di dalam slab lempeng yang menunjam ke bawah mantel bumi.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Karakteristik sumber gempa intraslab diketahui memiliki pancaran radiasi guncangan tanah (ground motion) yang lebih kuat dibandingkan gempa dari sumber lain pada skala magnitudo yang setara. Karena kedalamannya yang menembus 368 kilometer, getaran mampu merambat jauh melintasi berbagai lempeng batuan padat tanpa merusak struktur secara masif di permukaan sekitar pusat gempa.
Sebaran Guncangan Luas
Dampak rambatan getaran gempa M 6,5 ini dilaporkan terdistribusi sangat luas, membentang dari wilayah Sumatera Barat hingga Jawa Timur. Skala intensitas III MMI dirasakan nyata di dalam rumah di area Tangerang, Tanjung Priok, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Kalapanunggal, dan Cilacap.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, guncangan dengan intensitas II hingga III MMI tercatat meluas di Sumur, Kota Bengkulu, Padang, Kepulauan Mentawai, Pariaman, Solok Selatan, Rancaekek, Lembang, Garut, Kota Bandung, Yogyakarta, Pacitan, Ponorogo, hingga Kabupaten Malang.






