Pemerintah pusat menyiapkan alokasi bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Besaran santunan perbaikan fisik hunian ditetapkan bervariasi sesuai tingkat keparahan kerusakan, dengan nilai bantuan maksimal mencapai Rp 70 juta per rumah.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan rincian skema tersebut seusai mengikuti rapat koordinasi penanganan pascagempa bersama Presiden Prabowo Subianto di Markas Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Berdasarkan ketetapan bantuan, hunian dengan kerusakan ringan dialokasikan Rp 15 juta, kerusakan sedang Rp 30 juta, dan kategori rusak berat memperoleh Rp 70 juta.
Penyaluran dana stimulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tersebut akan dieksekusi setelah situasi seismik dinyatakan stabil atau terbebas dari ancaman gempa susulan. Agar penyaluran tepat sasaran, para bupati diinstruksikan segera merampungkan pendataan fisik bangunan terdampak dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) guna mempercepat proses verifikasi data lapangan.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Selain anggaran rekonstruksi pemukiman, pemerintah pusat mengucurkan Bantuan Presiden dengan total plafon Rp 200 miliar untuk penanganan darurat dan logistik warga di pengungsian maupun kawasan pelosok. Dana siap pakai ini disalurkan sebesar Rp 40 miliar bagi Pemerintah Provinsi NTT, sementara delapan pemerintah kabupaten terdampak masing-masing menerima alokasi Rp 20 miliar.
Kemendagri melalui Ditjen Dukcapil juga menerjunkan tim khusus ke lokasi bencana guna mencetak ulang dokumen kependudukan warga yang rusak atau hilang, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK). Langkah pemulihan administratif ini diiringi koordinasi bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid untuk penerbitan ulang sertifikat tanah, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo agar layanan penerbitan kembali SIM, STNK, dan BPKB yang hilang dapat diberikan secara gratis kepada para korban.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Setelah rapat koordinasi tersebut, Presiden Prabowo bersama jajaran kementerian dan lembaga terkait meninjau langsung kondisi para penyintas bencana di posko pengungsian Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo.






