tartilybanjary.id
BerandaEkonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal FinanceAfiliasiEkonomi KreatorPopuler
Beranda/Afiliasi

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,2 Terasa di Bandung dan Sukabumi

Wahyu SuryaniDiterbitkan 6 Agu 2026 - 05.48 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,2 Terasa di Bandung dan Sukabumi
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Apakah Anda merasakan getaran misterius saat sedang beraktivitas di depan laptop pada Rabu malam (5/8)? Bagi para pelaku ekonomi digital, pekerja lepas, dan masyarakat yang tinggal di wilayah Jawa Barat, khususnya di sekitar Bandung dan Sukabumi, guncangan mendadak ini tentu menimbulkan tanda tanya besar mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Banyak orang segera memeriksa gawai mereka untuk mencari informasi valid mengenai pusat getaran tersebut. Jawabannya terletak pada aktivitas tektonik di wilayah perairan selatan yang baru saja dilaporkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Gempa bumi tektonik yang berpusat di laut dekat Pangandaran ini getarannya merambat cukup jauh hingga dirasakan oleh warga di berbagai wilayah pegunungan dan perkotaan Jawa Barat.

tartilybanjary.id

Copyright 2026 tartilybanjary.id - All Rights Reserved.

Kategori

Ekonomi & BisnisInvestasiEkonomi DigitalEkonomi Digital & PendapatanEkonomi & KeuanganKeuangan DigitalDigital Economy & EarningFinansialKeuanganDigital EconomyEkonomi HijauEkonomiEkonomi & PembangunanEkonomi & RegulasiEkonomi MakroInfrastrukturEkonomi GlobalRegulasi & KepatuhanRegulasi & HukumRegulasiLogistik & TransportasiPersonal Finance

Peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 21.55 WIB. Berdasarkan laporan awal, gempa bumi tersebut memiliki magnitudo sebesar 5,3 sebelum akhirnya dimutakhirkan oleh pihak BMKG. Data terbaru menunjukkan bahwa kekuatan gempa disesuaikan menjadi magnitudo 5,2 dengan kedalaman yang cukup dangkal, yaitu hanya 14 kilometer di bawah permukaan laut. Lokasi episenter atau pusat gempa bumi ini berada di laut pada koordinat 8,17掳 Lintang Selatan dan 107,86掳 Bujur Timur. Titik koordinat ini berjarak sekitar 87 kilometer ke arah barat daya dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sebelumnya, laporan awal menyebutkan jaraknya sekitar 79 kilometer di barat daya Kabupaten Pangandaran. Meskipun kekuatannya cukup signifikan, BMKG segera memberikan kepastian bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi yang dapat memicu bencana tsunami, sehingga masyarakat di pesisir pantai tidak perlu khawatir berlebihan terkait ancaman gelombang pasang tersebut.

Penyebab di balik terjadinya guncangan ini diidentifikasi sebagai jenis gempa bumi dangkal. Menurut penjelasan resmi dari pihak BMKG, pergeseran tanah ini dipicu oleh adanya aktivitas di sesar aktif yang terletak di dasar laut. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengonfirmasi detail parameter dari gempa bumi tektonik ini kepada publik. Sifat gempa dangkal inilah yang membuat rambatan energinya terasa cukup kuat di permukaan tanah, bahkan hingga menjangkau daerah-daerah yang jaraknya cukup jauh dari pusat episenter di samudra. Hal ini menjelaskan mengapa getaran masih bisa dirasakan oleh warga yang berada di area pegunungan Jawa Barat.

Baca Juga

Penerbangan Formasi Gabungan KSAU dan Kepala Staf AU Australia di Darwin

Penerbangan Formasi Gabungan KSAU dan Kepala Staf AU Australia di Darwin

Dampak guncangan ini dilaporkan tersebar di beberapa daerah dengan intensitas yang bervariasi. Di wilayah Kabupaten Bandung, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Beberapa kecamatan yang melaporkan getaran pada skala III MMI ini meliputi Arjasari, Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Nagrak, dan Solokanjeruk. Skala III MMI ini memiliki arti bahwa getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah, dengan sensasi getaran yang mirip seperti saat ada truk besar sedang berlalu di dekat rumah kita. Bagi para pekerja yang sedang fokus bekerja secara mandiri di dalam ruangan pada malam hari, getaran semacam ini tentu sangat terasa dan dapat mengalihkan konsentrasi seketika, memaksa mereka untuk menghentikan aktivitas sejenak.

Selain wilayah-wilayah tersebut, kekuatan getaran pada skala II hingga III MMI juga dilaporkan terasa di daerah Soreang, Pangalengan, dan Ciwidey. Daerah lain yang turut merasakan getaran pada skala intensitas II-III MMI ini adalah Kabupaten Sukabumi serta Kota Sukabumi. Sementara itu, untuk wilayah Sumedang, Parongpong, Cihanjuang, Ngamprah, Lembang, hingga Pelabuhan Ratu, guncangan dirasakan pada skala intensitas II MMI. Berdasarkan standar klasifikasi BMKG, skala II MMI berarti getaran hanya dirasakan oleh beberapa orang saja dan biasanya ditandai dengan bergoyangnya benda-benda ringan yang digantung di dalam ruangan, seperti lampu gantung atau hiasan dinding.

Baca Juga

Sinergi Pentahelix Keimigrasian Sulawesi Utara untuk Layanan Digital dan Pertumbuhan Ekonomi

Sinergi Pentahelix Keimigrasian Sulawesi Utara untuk Layanan Digital dan Pertumbuhan Ekonomi

Setelah guncangan utama berlalu, BMKG terus melakukan pemantauan ketat terhadap potensi aktivitas seismik susulan di kawasan tersebut. Hingga pukul 22.30 WIB pada malam yang sama, hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Gempa susulan ini tercatat memiliki kekuatan magnitudo sebesar 2,2. Bagi para profesional yang menggantungkan mata pencaharian mereka pada konektivitas digital dan stabilitas infrastruktur di Jawa Barat, pembaruan informasi seperti ini sangat krusial. Memantau aplikasi informasi cuaca dan gempa secara berkala menjadi langkah mitigasi mandiri yang bijak demi memastikan keselamatan diri serta kelancaran operasional kerja sehari-hari di tengah potensi bencana alam yang tidak terduga.

Ikuti tartilybanjary.id

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BMKGJawa BaratGempa PangandaranInfo Gempa

Berita Terbaru Lainnya

Penerbangan Formasi Gabungan KSAU dan Kepala Staf AU Australia di DarwinSinergi Pentahelix Keimigrasian Sulawesi Utara untuk Layanan Digital dan Pertumbuhan EkonomiPenyediaan Dapur Makan Bergizi Gratis di Wilayah Tinggi StuntingKronologi dan Motif Kasus Pria Bakar Rumah Orang Tua di Babakan Ciparay BandungAncaman Bom via Pesan Elektronik di Bandara Ngurah Rai Dipastikan Tidak BenarDampak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Kuartal II 2026 bagi Pelaku Usaha MandiriKinerja Keuangan InfraNexia Semester I 2026 dan Penguatan Infrastruktur Fiber NasionalPertemuan Darurat Yordania dan RI, Mengapa Potensi Perang Agama Global Kian Mengancam?

Paling Banyak Dibaca

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

Ekonomi & Keuangan

Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026

1 Agu 2026

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

Literasi Digital

Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era Digital

1 Agu 2026

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

Ekonomi & Bisnis

Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama Produsen

1 Agu 2026

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

Ekonomi Digital

Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFG

31 Jul 2026

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

Profesi & Regulasi

Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKD

31 Jul 2026

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

Ekonomi Digital

Memahami Pengaruh Dinamika Survei Politik terhadap Sektor Ekonomi Digital

31 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Realisasi Pendapatan Asli Daerah Sumatera Utara Tembus 50 Persen pada Juli 2026Ekonomi & Keuangan 路 1 Agu 2026
  2. 2Panduan Digital Parenting, Cara Melindungi Anak dari Bahaya Internet di Era DigitalLiterasi Digital 路 1 Agu 2026
  3. 3Strategi Bisnis Industri Keramik, Aspek Keselamatan Jadi Fokus Utama ProdusenEkonomi & Bisnis 路 1 Agu 2026
  4. 4Transformasi dan Konsolidasi Asuransi BUMN di Bawah Naungan IFGEkonomi Digital 路 31 Jul 2026
  5. 5Fakta Seputar Laporan KWP Terhadap Deddy Sitorus ke MKDProfesi & Regulasi 路 31 Jul 2026
Afiliasi
Ekonomi Kreator

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap