Aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlanjut pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat akumulasi aktivitas gempa bumi susulan di kawasan tersebut kini telah menembus lebih dari 14 ribu kali.
Berdasarkan data resmi BMKG yang diperbarui pada Kamis (10/9/2026) pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan yang tercatat telah mencapai 14.236 kejadian. Rentetan gempa ini merupakan bagian dari proses peluruhan energi tektonik setelah gempa utama mengguncang kawasan perairan Flores.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Dari belasan ribu aktivitas gempa yang terekam sensor seismograf, intensitas kekuatannya tercatat bervariasi. BMKG melaporkan magnitudo gempa susulan terbesar berada pada skala M 6,2, sementara getaran terkecil tercatat pada magnitudo M 0,9.
Meskipun jumlah gempa susulan tergolong sangat tinggi, sebagian besar getaran terjadi dengan magnitudo rendah dan tidak dirasakan. Dari total 14.236 kejadian yang terdeteksi, gempa susulan yang getarannya nyata dirasakan oleh masyarakat di daratan tercatat sebanyak 184 kali.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

BMKG terus melakukan pemantauan berkala terhadap dinamika kegempaan di NTT guna memonitor stabilitas lempeng pascaguncangan magnitudo 7,7 di Flores.






