Aktivitas seismik pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih terus terpantau aktif. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat akumulasi gempa susulan telah mencapai 10.232 kejadian hingga Senin, 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.
Berdasarkan data observasi BMKG, kekuatan gempa susulan yang terjadi memiliki rentang magnitudo antara M 1,0 sebagai yang terkecil hingga M 6,2 untuk getaran terbesar. Sebanyak 35 kali lindu tercatat memiliki kekuatan di atas magnitudo 5, sedangkan getaran yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tercatat ada 157 kejadian.
Dugaan ABG di Jakbar Dicabuli Pemuda Usia 23 Tahun, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

BMKG mengonfirmasi bahwa grafik peluruhan kegempaan di kawasan Flores saat ini mulai memperlihatkan tren penurunan intensitas. Kendati demikian, pelepasan energi berupa gempa-gempa susulan tersebut diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam rentang waktu 3 hingga 4 pekan ke depan.
Bisik-bisik Ambang Batas Parlemen 5% dari Pertemuan Ketum Koalisi

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia akibat bencana gempa di NTT ini mencapai 111 orang. BNPB juga mengonfirmasi tidak ada laporan mengenai penambahan korban jiwa baru dalam beberapa hari terakhir hingga Minggu, 30 Agustus 2026.






