Arah kebijakan moneter dan stabilitas sistem pembayaran nasional memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031, Destry Damayanti. Bank sentral menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap bauran kebijakan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat secara merata melalui kerangka kerja strategis yang disebut "3I plus S".
Prinsip tersebut disampaikan langsung oleh Destry seusai diambil sumpah jabatan dan resmi dilantik di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Pendekatan ini dirancang sebagai panduan utama BI dalam menavigasi dinamika perekonomian selama lima tahun ke depan.
Memahami Kerangka Kebijakan 3I Plus S
Konsep 3I plus S yang diusung oleh Destry Damayanti merupakan akronim dari empat pilar strategis, yaitu Impactful, Inclusive, Integrative, dan Sinergi.
IHSG Pagi Ini Menguat, Dibuka Naik 0,27% ke Level 6.454

Pilar pertama, Impactful, menekankan bahwa seluruh instrumen serta bauran kebijakan yang dikeluarkan bank sentral harus memberikan dampak nyata dan terukur bagi stabilitas serta pertumbuhan ekonomi riil. Pilar kedua, Inclusive, berfokus pada perluasan akses ekonomi dan keuangan agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Sementara itu, Integrative menggarisbawahi pentingnya penyelarasan antarsektor dan kesinambungan kebijakan bank sentral di berbagai lini. Sebagai pelengkap utama, unsur "S" atau Sinergi menempatkan kolaborasi erat dengan pemangku kepentingan sebagai kunci keberhasilan eksekusi seluruh agenda tersebut.
Asing Borong Saham Tambang Lagi di Tengah Pelemahan IHSG

Fokus Stabilitas dan Sinergi Merah Putih
Mengenai sikap kebijakan (stance) moneter, Destry menegaskan bahwa BI akan tetap memprioritaskan penjagaan stabilitas. Untuk mencapai target stabilitas ekonomi tersebut, bank sentral membuka ruang kerja sama yang solid bersama pemerintah dan lembaga-lembaga terkait.
Menurut Destry, pencapaian target pembangunan nasional membutuhkan kekompakan antarinstitusi. Sinergi Merah Putih ditegaskan menjadi pegangan utama bank sentral dalam menjalankan tugasnya demi mengantarkan Indonesia menuju kondisi ekonomi yang makin maju dan berdaya saing.






